Advertisement
Bandar Lampung (Pikiran Lampung) – Aksi gotong royong berskala besar digelar di bantaran Sungai Way Awi, Jalan Pulau Tidore, Kelurahan Jagabaya II, Kecamatan Wayhalim, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan bertajuk “Gerebek Sungai” ini dipimpin langsung oleh Babinsa Jagabaya II, Kopka Maradona dari Koramil 410-04/TKT, dan menyita perhatian warga hingga jajaran pejabat daerah.
Aksi tersebut menjadi sorotan bukan hanya karena jumlah personel yang terlibat, tetapi juga momen heroik Kopka Maradona yang turun langsung ke dalam lumpur dan puing-puing bekas tembok yang roboh akibat banjir. Ia terlihat mengangkat material berat secara manual sambil terus menyemangati warga dan personel gabungan yang terlibat.
“Lumpur, sampah, dan puing beton tidak boleh membuat kita ragu. Sungai ini nadi kehidupan warga Jagabaya. Jika Babinsa tidak memulai, siapa lagi?” ujar Kopka Maradona di sela kegiatan, disambut antusias para relawan.
Kegiatan ini melibatkan lebih dari 130 personel dari berbagai unsur, di antaranya 31 personel YonTP, 28 petugas pemadam kebakaran, 10 personel BPBD, 10 dari Dinas Pekerjaan Umum, 10 anggota Satpol PP, serta 40 personel Satgas Kecamatan Wayhalim. Seluruhnya bahu-membahu membersihkan aliran sungai dari tumpukan sampah dan material bangunan yang menghambat arus air.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki, Dandim 0410/KBL Kolonel Arm Roni Hermawan, Camat Wayhalim Darwon, serta perwakilan BPBD Kota Bandar Lampung.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota memberikan apresiasi atas peran Babinsa dalam menggerakkan masyarakat. Ia menilai kepemimpinan di tingkat bawah menjadi kunci dalam penanganan persoalan lingkungan.
“Ini contoh nyata kepemimpinan dari bawah. Babinsa menjadi motor penggerak yang mampu menginspirasi masyarakat untuk peduli terhadap lingkungannya,” ujar Wali Kota.
Berkat kerja keras dan kolaborasi lintas instansi tersebut, aliran Sungai Way Awi yang sebelumnya tersumbat kini kembali lancar. Ratusan karung sampah serta material bangunan berhasil diangkat dari dasar sungai, sehingga diharapkan dapat mengurangi risiko banjir, terutama saat musim hujan.(bila)