Advertisement
Way Kanan (Pikiran Lampung) - Tekanan fiskal yang melanda berbagai daerah di Indonesia turut dirasakan Pemerintah Kabupaten Way Kanan pada tahun anggaran 2026. Namun di tengah keterbatasan tersebut, semangat untuk bangkit dan terus membangun daerah tetap menyala kuat dari Bumi Ramik Ragom.
Pemerintah Kabupaten Way Kanan menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 sebesar Rp1,22 triliun atau tepatnya Rp1.222.709.173.537. Nilai ini mengalami penurunan sekitar Rp164 miliar dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga memaksa pemerintah daerah melakukan efisiensi di berbagai sektor.
Meski demikian, Bupati Way Kanan Asalasiyah, S.Ked bersama Sekretaris Daerah Machiavelli Herman Tarmizi, S.STP., M.Si tetap menunjukkan komitmen kuat dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat. Keterbatasan anggaran tidak menjadi penghalang, melainkan tantangan untuk bekerja lebih efektif dan tepat sasaran.
Fokus pembangunan tahun 2026 diarahkan pada sektor-sektor strategis yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Di antaranya pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan, jembatan, hingga jembatan penyeberangan guna memperlancar konektivitas antar kecamatan.
Selain itu, penguatan ekonomi daerah menjadi prioritas melalui dukungan terhadap sektor UMKM dan pertanian. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, terutama di wilayah pedesaan yang bergantung pada sektor agraris.
Di bidang pendidikan dan kesehatan, pemerintah berupaya meningkatkan kualitas layanan dasar di seluruh 15 kecamatan. Dinas Pendidikan diminta fokus pada pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) guna mendorong peningkatan angka harapan sekolah dan rata-rata lama sekolah.
Pemerintah daerah juga memastikan bahwa program-program prioritas tetap menyasar penurunan angka kemiskinan dan stunting secara signifikan. Belanja daerah diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan wajib serta pelayanan dasar masyarakat.
Untuk menyiasati keterbatasan fiskal, Pemkab Way Kanan akan lebih agresif menjalin sinergi dengan pemerintah pusat. Sejumlah pembangunan fisik diarahkan melalui skema Instruksi Presiden (Inpres), Dana Alokasi Khusus (DAK), serta program revitalisasi sekolah yang didanai langsung oleh pemerintah pusat.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Lampung yang mengalokasikan anggaran sebesar Rp178,5 miliar untuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Way Kanan pada tahun 2026. Beberapa ruas prioritas di antaranya perbaikan jalan Kasui–Air Ringkih yang menghubungkan Kecamatan Kasui dan Rebang Tangkas, serta ruas Simpang Neki–Banjit yang menjadi akses vital di Kecamatan Banjit.
“Infrastruktur adalah urat nadi distribusi hasil pertanian. Kami ingin mobilitas komoditas unggulan seperti kopi dan padi semakin lancar,” menjadi salah satu semangat yang diusung pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan.
Dari sisi capaian, Pemkab Way Kanan mecatatkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,34 persen pada 2025, melampaui rata-rata Provinsi Lampung sebesar 5,28 persen. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) ditargetkan meningkat menjadi Rp21,01 triliun dengan pendapatan per kapita Rp41,73 juta.
Selain itu, angka kemiskinan ditargetkan turun dari 10,43 persen pada 2024 menjadi 9,36 persen pada 2025, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat hingga 71,98 poin.
Di tengah berbagai keterbatasan tersebut, dukungan masyarakat turut menjadi energi bagi pemerintah daerah. Alpian, warga Desa Bandar Agung, Kecamatan Banjit, menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja pemerintah.
“Walaupun kondisi anggaran terbatas, kami tetap melihat pembangunan berjalan. Jalan mulai diperbaiki dan perhatian ke masyarakat terasa,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Amir, warga Kampung Baru, Kecamatan Kasui, yang berharap pembangunan terus berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. “Kami berharap pembangunan di Way Kanan terus berlanjut dan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama di sektor infrastruktur dan ekonomi warga,” ujarnya.
Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, Way Kanan optimistis mampu melewati tantangan fiskal dan terus bergerak menuju kesejahteraan yang lebih merata.(red)