Advertisement
Tanggamus (Pikiran Lampung)- Walau infrastruktur jalan
masih jadi persoaaln serius di Kabupaten Tanggamus, namun sejatnya daerah ini
menyimpan ‘permata’ di bidang wisata.
Terutama wisata bahari atau perarain. Di Kabupaten ini,
banyak terdapat antai –pantai cantk dan molek, selain indah juga masih alami
dengan ombaknya yang memanjakan mata.
Salah satunya Pantai Bidadari Ptuti di Desa Pekondoh, Kecamatan Cukuh Balak.
Pantai Bidadari
Putih kini mencuat sebagai destinasi favorit baru yang tengah hangat
diperbincangkan para pemburu estetika alam.
Namun, pantai ini belum dikelola secara maksimal, baik oleh pemerintah provinsi maupun Kabupaten. Jadi seperti judul film 'Surga Yang Tak Dirindukan'.
Pesona pantai ini tidak main-main. Berdasarkan pantauan di lapangan pada momentum libur lebaran kali ini, gelombang wisatawan tampak memadati area pesisir.
Tak tanggung-tanggung, pada H+3 Lebaran, angka kunjungan
menembus angka sepuluh ribu orang dalam sehari.
Tren positif ini pun diprediksi akan terus stabil pada hari biasa maupun akhir pekan ini, Minggu (5/4/2026).
Apa yang membuat Pantai Bidadari Putih begitu spesial?
Jawabannya terletak pada keasrian lingkungannya. Perpaduan pasir yang bersih
dan putih serta formasi gugusan karang yang tertata secara alami menciptakan
lanskap yang sangat instagramable.
Indah, seorang pelancong asal Kabupaten Pringsewu, mengaku
terhipnotis dengan suasana yang ditawarkan. Ia rela menempuh perjalanan jauh
demi membuktikan kabar burung tentang kecantikan pantai ini.
“Pemandangannya benar-benar luar biasa. Panoramanya masih sangat alami dan asri. Saya sengaja datang karena penasaran, dan ternyata realitanya jauh melampaui ekspektasi. Sangat cocok untuk melepas penat dari rutinitas,” tutur Indah penuh antusias.
Di balik popularitasnya yang meroket, tantangan besar masih
membayangi pengelola lokal. Lonjakan pengunjung yang masif belum dibarengi
dengan fasilitas yang mumpuni. Herman, selaku pengurus wisata Pantai Bidadari
Putih, mengakui bahwa infrastruktur menjadi kunci utama jika ingin pantai ini
naik kelas.
Herman menaruh harapan besar pada campur tangan pemerintah
daerah untuk memoles potensi “permata” tersembunyi ini.
Poin-poin pengembangan yang diharapkan meliputi:
1. Aksesibilitas: Perbaikan jalan menuju lokasi untuk
kenyamanan kendaraan.
2. Fasilitas Umum: Penambahan toilet, tempat ibadah, dan
area parkir yang lebih tertata.
3. Sarana Pendukung: Penyediaan fasilitas keamanan pantai
dan tempat sampah yang memadai.
“Kami sangat bersyukur melihat antusiasme ini. Namun, demi
kenyamanan pengunjung, kami berharap Pemerintah Kabupaten Tanggamus bisa
memberikan dukungan nyata dalam pembangunan fasilitas. Kami ingin pantai ini
menjadi destinasi unggulan yang dikelola secara profesional,” harap Herman.
Jika sinergi antara pengelola desa dan pemerintah dapat terjalin erat, bukan tidak mungkin Pantai Bidadari Putih akan menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi masyarakat Desa Pekondoh, sekaligus memperkuat posisi Tanggamus di peta pariwisata nasional.(Keysa)