Advertisement
Bandarlampung (Pikiran Lampung)- Tragedi hanyutnya dua mahasiswi Universitas Lampung (Unila) di area Wisata Wira Garden menimbulkan keperihatinan semua pihak.
Salah satunya Advokat senior sekaligus kurator, Dr. Gunawan
Raka, S.H., M.H..
Dimana, sang advokat mendesak Polda Lampung untuk segera mengusut tuntas tragedi hanyutnya dua mahasiswi FMIPA Universitas Lampung (Unila) di lokasi wisata Wira Garden.
Ia menegaskan bahwa hilangnya nyawa manusia dalam
insiden ini merupakan persoalan serius yang tidak boleh dibiarkan tanpa
pertanggungjawaban hukum.Panduan & Petunjuk Perjalanan
Gunawan Raka menekankan bahwa kepolisian tidak perlu
menunggu laporan dari pihak keluarga untuk memulai penyelidikan. Menurutnya,
peristiwa ini murni merupakan ranah pidana yang bisa langsung diproses oleh
aparat penegak hukum (Bukan delik aduan).
“Saya mohon Polda Lampung segera mengambil langkah
penyelidikan. Ini bukan delik aduan, polisi bisa langsung bertindak. Jika
ditemukan bukti kelalaian, pengelola dan pemilik Wira Garden harus dimintakan
pertanggungjawaban hingga ke meja hijau,” tegas mantan Ketua Senat FH Unila
tersebut, Jumat (3/4/2026).
Ia juga mengingatkan agar kepolisian tidak tebang pilih dalam menegakkan keadilan, sekalipun tempat wisata tersebut diduga milik orang berpengaruh. “Semua warga negara sama di mata hukum.
Tidak boleh ada yang
diistimewakan. Ini menyangkut nyawa manusia, bukan perkara hewan peliharaan
yang tercebur,” tandas Pembina UKM-F Mahusa FH Unila ini.
Senada dengan Gunawan, penggiat pariwisata Roosyid Arief
mengkritik lemahnya standar keselamatan di lokasi wisata berbasis alam
tersebut. Menurutnya, pengelola terkesan hanya mengejar keuntungan dari tiket
masuk tanpa menjamin keamanan pengunjung.
“Saya tidak melihat adanya pengawasan ketat, apalagi
sistem peringatan dini saat debit air mulai keruh dan naik. Pemerintah harus
berani mencabut izin operasionalnya sebagai pelajaran bagi pengelola wisata
lain,” ujar Roosyid.
Tragedi bermula pada Rabu 1 April 2026 saat dua korban
bersama dua rekannya sedang berekreasi di Wira Garden, Batu Putu. Sekitar pukul
12.00 WIB, wilayah tersebut diguyur hujan deras
Saat para korban sedang berfoto di atas batu sungai usai hujan reda, banjir bandang datang secara tiba-tiba dari arah hulu.
Dua mahasiswi terseret arus deras, sementara dua rekan lainnya berhasil menyelamatkan diri. Jasad kedua korban baru ditemukan tim SAR di perairan Pulau Pasaran keesokan harinya. (**)