lisensi

Sabtu, 18 April 2026, April 18, 2026 WIB
Last Updated 2026-04-19T01:45:08Z
Nasional

Jusuf Kalla: Kasih Tahu Semua Termul-Termul Itu, Jokowi Jadi Presiden Karena Saya

Advertisement



Jakarta (Pikiran Lampung) – Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, meluapkan kekesalannya atas tuduhan yang menyebut dirinya mendanai polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Ia menilai tudingan tersebut tidak berdasar dan justru menyeret banyak pihak.


Pernyataan itu disampaikan Jusuf Kalla saat memberikan keterangan kepada awak media di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026). Ia menegaskan tidak ingin berspekulasi, namun menyebut polemik tersebut mencuat setelah dirinya melaporkan Rismon Sianipar ke pihak kepolisian.


Menurutnya, tuduhan yang dilayangkan kepadanya sangat tidak masuk akal, apalagi hingga menyebut dirinya memberikan dana miliaran rupiah.

“Ini soal Rismon ini sudah melibatkan semua orang, dituduhlah saya, dituduh Puan, dituduh SBY, dituduh siapa. Itu pengalihan saja. Jadi saya marah kenapa? Apalagi saya dituduh kasih Rp 5 M, mana saya kasih Rp 5 M? Ketemu aja tidak tahu saya, kenal pun tidak,” tegasnya.


Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat dihubungi oleh Rismon Sianipar dan Roy Suryo, namun tidak merespons karena ingin tetap berada pada posisi netral di tengah polemik yang berkembang.


Dalam kesempatan itu, ia turut menyinggung perannya dalam perjalanan politik Joko Widodo. Ia menyebut dirinya sebagai salah satu sosok yang mendorong Jokowi hingga maju ke panggung nasional.


"Kasih tahu semua itu termul-termul itu, Jokowi jadi presiden karena saya," tegasnya


Ia pun menjelaskan bahwa dirinya yang pertama kali mengusulkan nama Jokowi kepada Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, dalam kontestasi Pemilihan Gubernur DKI Jakarta.


Ia juga mengungkapkan bahwa pencalonan Jokowi sebagai presiden tidak lepas dari perannya sebagai calon wakil presiden saat itu.

“Ibu Mega bilang, dia tidak mau teken kalau saya tidak wakilnya. Jadi bukan saya minta, tapi diminta untuk mendampingi karena dianggap lebih berpengalaman,” jelasnya.


Lebih lanjut, JK meminta agar polemik terkait dugaan ijazah palsu tidak terus berlarut-larut. Ia bahkan menyarankan agar Jokowi membuka ijazahnya kepada publik untuk meredam perdebatan.

“Sudahlah Pak Jokowi, sudahlah. Kasih lihat ijazah saja. Saya yakin itu asli, kenapa tidak dikasih lihat? Membiarkan masyarakat berkelahi sendiri,” tutupnya.(*)