Advertisement
| Foto Ilustrasi AI Shine Anju/Pikiran Lampung |
Bandarlampung (Pikiran Lampung)- Jajaran Pemprov Lampung terus bergerak maju dalam bidang pembangunan dan pengembangan ekonomi rakyat berbasis teknologi.
Berbagai terobosan terus dijalankan oleh Gubernur Lampung
Rahmat Mirzani Djausal dan wagub Jihan yang didukung penuh oleh Sekdaprov
Marindo Kurniawan.
Salah satunya adalah dengan kolaborasi serta sinergi
program Nasional bidang pengembangan sampah jadi energi di Provinsi Lampung.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyebut
pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di daerahnya akan memulai
proses tender pada Mei 2026 sebagai upaya mendukung terwujudnya pengelolaan
sumber energi terbarukan.
"Program pemerintah pusat sangatlah dibutuhkan oleh
Provinsi Lampung dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, di sektor energi ada
program pemerintah pusat yang saat ini dalam pengembangan yakni PLTSa,"
ujar Rahmat Mirzani Djausal saat pelaksanaan Musrenbang Provinsi Lampung di
Bandarlampung, Senin (13/4/2026)..
Ia mengatakan pembangunan PLTSa tersebut merupakan salah
satu program pengembangan energi terbarukan dan ramah lingkungan di daerahnya.
"Kita ada 1.000 ton sampah yang berasal dari tiga
kabupaten. Mudah-mudahan dalam dua tahun akan menjadi sumber energi baru
melalui pengelolaan ini," katanya.
Menurut dia, untuk mewujudkan pengembangan energi
terbarukan dan ramah lingkungan di Lampung, pemerintah daerah juga mendorong
Pertamina untuk mengembangkan proyek green hydrogen.
"Dengan pengembangan PLTSa, proyek green hydrogen,
bioetanol menjadi pengembangan energi terbarukan yang mendukung masa depan
Provinsi Lampung," ucap dia.
Dikatakan, untuk lahan bagi proyek PLTSa disiapkan oleh
Pemerintah Provinsi Lampung, di mana saat ini sudah masuk tahapan koordinasi
dengan kementerian dan lembaga.
Ia mengingatkan bahwa pengembangan PLTSa ini sebagai salah
satu solusi untuk menjawab permasalahan sampah di Provinsi Lampung terutama di
Bandarlampung yang telah melebihi kapasitas. (ant/anju)