Advertisement
Bandarlampng (Pikiran Lampung)----- Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya untuk menjadikan pendidikan sebagai instrumen fundamental dalam pembangunan manusia.
Hal ini disamapaikan Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela dalam Rapat Koordinasi Implementasi Program Prioritas dan Inovasi Tahun 2026 bertajuk yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Lampung di Hotel Novotel, Senin (13/4/2026). Tampak hadir dalam kesempatan itu, Kadisdikbud Lamppung Thomas Americo, S.STP, M.H.
Wagub Jihan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta BGTK Provinsi Lampung atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menekankan bahwa meskipun kondisi fiskal menjadi tantangan, kolaborasi yang kuat mampu memastikan program prioritas pendidikan tetap berjalan optimal, khususnya dalam peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan.
“Pendidikan merupakan instrumen utama pembangunan manusia. Tanpa sumber daya manusia yang mumpuni, potensi daerah tidak akan maksimal,” ujarnya.
Wagub Jihan menegaskan bahwa tanpa SDM yang unggul, potensi daerah tidak akan dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Oleh karena itu, Pemprov Lampung terus berupaya meningkatkan standar kualitas guru dan tenaga pendidik sejalan dengan arahan pemerintah pusat.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemerintah Provinsi Lampung telah mengimplementasikan kebijakan pembebasan biaya komite untuk SMA Negeri di seluruh wilayah Lampung.
Wagub Jihan menekankan bahwa kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan akses pendidikan sekaligus menekan angka anak tidak sekolah.
Selain itu, Pemprov juga mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk melakukan inovasi serupa sesuai dengan kemampuan fiskal masing-masing daerah.
Dalam perspektif pembangunan, capaian sektor pendidikan di Lampung menunjukkan tren positif dimana Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Lampung tercatat mencapai 73,98 poin atau meningkat 1,16 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan ini didukung oleh berbagai indikator seperti Angka Harapan Hidup sebesar 74,71 tahun, Harapan Lama Sekolah 12,79 tahun, dan Rata-rata Lama Sekolah 8,61 tahun.
Namun demikian, Wagub Jihan mengakui masih adanya sejumlah tantangan strategis, di antaranya kesenjangan akses pendidikan di wilayah 3T, keterbatasan infrastruktur, tingginya angka anak tidak sekolah, serta distribusi tenaga pendidik yang belum merata.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemprov Lampung menghadirkan berbagai program inovatif seperti Sekolah Cangkok bagi siswa di daerah terpencil, program Lampung Mengajar untuk distribusi guru, serta Vokasi Migran guna menyiapkan tenaga kerja terampil berdaya saing global.
Di sisi lain, Wagub Jihan mengungkapkan bahwa Pemprov Lampung juga terus mendorong transformasi digital pendidikan melalui berbagai platform seperti Ruang Menghimpun Data (RMD), Aksi Jihan (Aksi Uji Latihan) dan Desmat sebagai sarana penguatan kesiapan siswa menghadapi pendidikan tinggi.
Sementara itu, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen Prof. Nunuk Suryani menegaskan bahwa visi nasional pendidikan saat ini adalah “Pendidikan Bermutu untuk Semua”, yang berfokus pada pemerataan akses dan peningkatan kualitas pendidikan tanpa diskriminasi.
Visi ini merupakan turunan dari agenda pembangunan sumber daya manusia dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Dalam mendukung implementasi di Provinsi Lampung, Ditjen GTK menyiapkan sejumlah program prioritas tahun 2026, antara lain penguatan profesionalisme guru melalui percepatan sertifikasi, peningkatan kualifikasi akademik hingga jenjang S1/D4, serta pengembangan kompetensi berkelanjutan bagi guru dan tenaga kependidikan. (Shine Anju)