lisensi

Senin, 06 April 2026, April 06, 2026 WIB
Last Updated 2026-04-06T12:01:15Z
Demo PT Dan Xiong Steel IndonesiaLampung Selatan

Ratusan Buruh PT San Xiong Steel Indonesia Demo di Kantor Bupati dan DPRD Lampung Selatan

Advertisement

 


Lampung Selatan (Pikiran Lampung)---Ratusan buruh PT San Xiong Steel Indonesia menggelar aksi demonstrasi di Kantor Bupati dan DPRD Lampung Selatan, Senin (6/4/2026), menuntut kejelasan pembayara n gaji selama 11 bulan, BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, serta Tunjangan Hari Raya (THR) yang belum dipenuhi oleh pihak perusahaan.


Aksi unjuk rasa tersebut dilakukan para buruh dengan mendatangi Kantor Bupati Lampung Selatan sejak pagi hari. Dalam orasinya, mereka berharap dapat bertemu langsung dengan Bupati Radityo Egi Pratama atau Wakil Bupati untuk menyampaikan keluhan dan kondisi yang mereka alami.


“Kami minta dengan hormat agar bupati atau wakil bupati dapat menemui kami. Kami ingin menyampaikan nasib kami,” ujar Irfan, salah satu perwakilan buruh.



Menurut Irfan, pihaknya telah berupaya menempuh jalur komunikasi sebelum melakukan aksi. Mereka mengaku telah melayangkan surat kepada bupati, bahkan sebelum Lebaran sempat mendapat informasi melalui Camat Katibung bahwa bupati akan menemui mereka setelah hari raya.


Namun, hingga setelah Lebaran, pertemuan tersebut tidak kunjung terlaksana. Upaya menghubungi dinas terkait juga tidak membuahkan hasil yang jelas, sehingga para buruh memutuskan untuk menggelar aksi sebagai bentuk tuntutan.


Aksi sempat berlangsung memanas sebelum akhirnya Sekretaris Daerah (Sekda) Lampung Selatan, Supriyanto, menemui massa. Ia menjelaskan bahwa bupati sedang berada di Jakarta untuk menghadiri audiensi bersama Gubernur serta bupati/wali kota se-Provinsi Lampung dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI.



Para buruh kemudian meminta agar bupati dapat dihadirkan melalui sambungan video call. Permintaan tersebut dipenuhi, dan dalam percakapan itu bupati menyampaikan akan segera menjadwalkan pertemuan dengan para buruh.


“Nanti akan segera dijadwalkan untuk dapat bertemu,” ujar bupati melalui video call.


Setelah dari Kantor Bupati, massa melanjutkan aksi ke Kantor DPRD Lampung Selatan. Di lokasi tersebut, mereka kembali berorasi untuk menyampaikan aspirasi. Namun, tidak satu pun anggota DPRD yang berada di tempat untuk menemui mereka.


Kondisi itu memicu kekecewaan para buruh. Sebagai bentuk protes, mereka membakar sejumlah ban di depan gedung DPRD. Asap hitam tebal dan bau menyengat dari karet terbakar sempat menyelimuti area kantor dewan.


Salah satu staf DPRD yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa anggota dewan biasanya berada di kantor saat ada agenda rapat, seperti rapat badan anggaran atau rapat paripurna.


Aksi demonstrasi tersebut mencerminkan tuntutan buruh atas hak-hak ketenagakerjaan yang belum dipenuhi, sekaligus harapan agar pemerintah daerah dan pihak terkait dapat segera memberikan solusi atas permasalahan yang mereka hadapi.(Mario)