Advertisement
Bandarlampung (Pikiran Lampung)- Sejumlah posisi penting
di ‘kabinet’ walikota Bandarlampung, Eva Dwiana bergeser.
Termasuk di jajaran Dinas Pendidikan Kota Bandarlampng
yang kini diisi pejabat baru, namun masih sebagai pelaksana tugas atau Plt.
Untuk diketahui, Pemerintah Kota Bandarlampung melakukan perombakan strategis pada jajaran pejabat pimpinan tinggi pratama (Eselon II).
Dimana, Nur Ramdhan, resmi ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas
(Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandarlampung, menggantikan Eka
Afriana, SPd, MSi.
Penunjukan Nur Ramdhan dinilai sebagai langkah penguatan
tata kelola Disdik. Sebelumnya, Ramdhan dikenal sebagai sosok yang memiliki
rekam jejak kuat di bidang keuangan dan administrasi. Ia pernah menjabat
sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta Asisten
III Bidang Administrasi Umum Setdakot Bandarlampung.
Selama di BPKAD, Ramdhan dikenal vokal dalam
memperjuangkan hak daerah, termasuk penagihan Dana Bagi Hasil (DBH) ke
Pemerintah Provinsi Lampung. Pengalaman manajerial ini diharapkan mampu membawa
efisiensi dan transparansi baru di tubuh Dinas Pendidikan.
Selain pos Disdik, sejumlah jabatan strategis juga
mengalami pergeseran guna mengoptimalkan roda pemerintahan:
Asisten III: Kini diisi oleh Desti Mega Putri (Plh).
Kepala BPKAD: Kembali diemban oleh Zaki Irawan.
Kesbangpol: Diisi oleh Veny Devialesti (Plh).
Kadisdukcapil: Bagus Harisma Bramado resmi dilantik sebagai pejabat definitif.
Kepala BKPSDM Kota Bandarlampung, Zulkifli, menegaskan
bahwa pergeseran ini merupakan bagian dari evaluasi kinerja menyeluruh. Atas
instruksi Wali Kota Eva Dwiana, Pemkot akan segera menggelar uji kompetensi
(ukom) bagi seluruh pejabat Eselon II pada Mei 2026 mendatang.
“Uji kompetensi ini menjadi instrumen penting untuk
memetakan penempatan pejabat secara definitif di sejumlah pos yang masih
kosong, sekaligus memastikan profesionalisme kerja,” ujar Zulkifli, Jumat 3
April 2026.
Langkah mutasi dan rotasi ini diharapkan tidak hanya
menjadi penyegaran administratif, tetapi mampu meningkatkan kualitas pelayanan
publik, khususnya di sektor pendidikan yang menjadi prioritas utama pembangunan
Kota Bandar Lampung. (**)