lisensi

Senin, 04 Mei 2026, Mei 04, 2026 WIB
Last Updated 2026-05-04T23:40:48Z
DaerahPemkab Pesawaran

Hardiknas 2026, Pemkab Pesawaran Perkuat Komitmen Bangun SDM Unggul

Advertisement


Pesawaran (Pikiran Lampung) - Pemerintah Kabupaten Pesawaran menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor pendidikan melalui peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Pemkab Pesawaran, Senin (4/5/2026). Momentum ini dimanfaatkan sebagai ajang refleksi sekaligus penguatan tekad bersama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.


Upacara berlangsung khidmat dengan diikuti oleh Wakil Bupati Antonius Muhammad Ali, S.H., jajaran aparatur pemerintah, insan pendidikan, serta peserta didik dari berbagai jenjang.


Bupati Pesawaran, Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M., bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa Hardiknas bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum penting untuk merefleksikan dan meneguhkan kembali semangat membangun pendidikan nasional.


“Pendidikan pada hakikatnya adalah proses mencerdaskan kehidupan bangsa, membangun karakter, serta membentuk peradaban yang bermartabat,” ujar Bupati saat membacakan kutipan pidato Menteri.


Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa pendidikan menjadi kunci utama dalam mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan kompetitif, sejalan dengan visi pembangunan nasional yang tertuang dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia.


Sebagai langkah konkret, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menetapkan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai program prioritas. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas proses belajar serta mencapai tujuan pendidikan nasional secara menyeluruh.


Untuk mendukung implementasi tersebut, pemerintah menetapkan lima kebijakan strategis. Pertama, pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan serta digitalisasi pembelajaran yang telah menjangkau lebih dari 16 ribu satuan pendidikan pada tahun 2025.


Kedua, peningkatan kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan guru melalui beasiswa pendidikan serta penguatan program sertifikasi dan insentif bagi tenaga pendidik. Ketiga, penguatan karakter peserta didik melalui penciptaan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan nyaman, serta penerapan program pembiasaan positif seperti Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.


Keempat, peningkatan kualitas pembelajaran melalui penguatan literasi, numerasi, serta pengembangan bidang STEM dan evaluasi capaian akademik. Kelima, perluasan akses pendidikan yang inklusif dan merata melalui layanan pendidikan fleksibel, seperti pendidikan jarak jauh, sekolah terbuka, hingga penguatan pendidikan inklusi bagi anak berkebutuhan khusus.


Di akhir amanatnya, Bupati menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari pemerintah, keluarga, masyarakat, hingga media.


“Berbagai kebijakan peningkatan mutu pendidikan tidak akan berjalan optimal tanpa didukung pola pikir yang maju, mental yang kuat, dan misi yang lurus,” pungkasnya.(alung)