Advertisement
Bandar Lampung (Pikiran Lampung) - Pendengaran adalah salah satu indra penting yang sering kali baru disadari nilainya ketika mulai terganggu. Banyak orang mengira gangguan pendengaran hanya terjadi pada usia lanjut. Padahal, penurunan pendengaran dapat terjadi pada siapa saja, termasuk anak muda, pekerja, pelajar, maupun orang dewasa yang sehari-hari tampak sehat.
Salah satu kondisi yang perlu mendapat perhatian serius adalah kehilangan pendengaran mendadak, atau dalam istilah medis sering disebut sudden deafness atau sudden sensorineural hearing loss. Kondisi ini terjadi ketika kemampuan mendengar tiba-tiba menurun, biasanya dalam waktu singkat, dapat dalam hitungan jam hingga beberapa hari.Gangguan ini paling sering terjadi pada satu telinga, meskipun pada beberapa keadaan dapat melibatkan kedua telinga.
Hal yang berbahaya dari kondisi ini adalah banyak orang menganggapnya sebagai keluhan biasa, misalnya “telinga kemasukan air”, “telinga tersumbat kotoran”, atau “masuk angin”. Akibatnya, penderita sering menunda pemeriksaan. Padahal, pada kasus kehilangan pendengaran mendadak, semakin cepat diperiksa, semakin besar peluang pendengaran dapat tertolong.
Ciri-Ciri Bahaya yang Harus Diwaspadai
Masyarakat perlu mengenali tanda-tanda awal gangguan pendengaran yang tidak boleh dianggap ringan. Salah satu tanda utama adalah telinga tiba-tiba terasa kurang mendengar. Misalnya, seseorang bangun tidur lalu merasa satu telinganya seperti tertutup, suara orang terdengar jauh, atau suara di sekitar terdengar tidak jelas.
Ciri berikutnya adalah telinga terasa penuh atau tersumbat, seolah-olah ada tekanan dari dalam telinga. Keluhan ini sering disalahartikan sebagai kotoran telinga atau air yang masuk. Namun, apabila rasa penuh tersebut disertai penurunan pendengaran secara mendadak, kondisi ini perlu segera diperiksa.
Tanda lain yang cukup sering muncul adalah telinga berdenging, atau disebut juga tinnitus. Bunyi yang dirasakan dapat berupa denging, desis, suara “nging”, atau suara seperti mesin. Denging ini dapat muncul terus-menerus atau hilang timbul. Apabila telinga berdenging muncul bersamaan dengan pendengaran yang menurun mendadak, jangan menunggu terlalu lama untuk mencari pertolongan medis.
Sebagian penderita juga mengalami pusing berputar atau vertigo. Penderita merasa lingkungan seolah-olah berputar, tubuh tidak seimbang, mual, bahkan muntah. Keluhan ini dapat terjadi karena organ pendengaran dan organ keseimbangan berada berdekatan di telinga bagian dalam. Bila gangguan pendengaran mendadak disertai vertigo, keadaan tersebut perlu dianggap sebagai tanda bahaya.
Selain itu, orang dengan gangguan pendengaran sering merasa suara orang lain seperti bergumam. Ia masih mendengar adanya suara, tetapi sulit menangkap kata-kata dengan jelas. Dalam percakapan, penderita mungkin sering meminta orang lain mengulang kalimat, menaikkan volume televisi, atau kesulitan mendengar ketika berada di tempat ramai.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Pemeriksaan harus segera dilakukan apabila seseorang mengalami penurunan pendengaran yang terjadi tiba-tiba, terutama bila hanya mengenai satu telinga. Jangan menunggu berharihari dengan harapan keluhan akan hilang sendiri.
Segera periksa ke dokter, terutama dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorok-Kepala Leher, apabila muncul keluhan berikut:
1. Telinga tiba-tiba kurang mendengar atau tidak mendengar.
2. Telinga terasa penuh mendadak disertai penurunan pendengaran.
3. Telinga berdenging keras yang muncul tiba-tiba.
4. Pendengaran menurun disertai pusing berputar, mual, atau gangguan keseimbangan.
5. Sulit memahami pembicaraan secara mendadak.
6. Keluhan muncul setelah paparan suara sangat keras, benturan kepala, infeksi, atau penggunaan obat tertentu.
Apabila keluhan pendengaran disertai gejala lain seperti wajah mencong, bicara pelo, kelemahan anggota tubuh, sakit kepala hebat mendadak, penurunan kesadaran, atau gangguan penglihatan, penderita harus segera dibawa ke instalasi gawat darurat. Gejala tersebut dapat mengarah pada gangguan saraf yang lebih serius.
Mengapa Tidak Boleh Menunda Pemeriksaan?
Kehilangan pendengaran mendadak termasuk kondisi yang membutuhkan penanganan cepat. Pada beberapa kasus, dokter dapat memberikan terapi tertentu, misalnya obat antiradang golongan kortikosteroid, sesuai hasil pemeriksaan dan pertimbangan medis. Terapi akan lebih bermanfaat bila diberikan sedini mungkin. Menunda pemeriksaan selama berminggu-minggu dapat menurunkan peluang perbaikan pendengaran.Pemeriksaan penting dilakukan untuk membedakan penyebab gangguan pendengaran. Tidak semua telinga yang terasa tersumbat disebabkan oleh kotoran telinga. Ada gangguan yang berasal dari telinga luar, telinga tengah, telinga dalam, saraf pendengaran, bahkan sistem saraf pusat. Karena itu, pemeriksaan langsung dan tes pendengaran diperlukan agar penyebabnya tidak salah ditafsirkan.
Penyebab Kehilangan Pendengaran
Kehilangan pendengaran dapat disebabkan oleh banyak hal. Pada sebagian orang, penyebabnya sederhana, seperti kotoran telinga yang menumpuk. Pada orang lain, penyebabnya dapat berupa infeksi telinga, cairan di belakang gendang telinga, cedera, paparan suara keras, proses penuaan, efek obat tertentu, atau gangguan pada telinga bagian dalam.
Khusus pada kehilangan pendengaran mendadak, penyebab pastinya sering tidak langsung diketahui. Beberapa kemungkinan yang dapat berperan antara lain peradangan, infeksi virus, gangguan aliran darah ke telinga dalam, gangguan autoimun, trauma, atau paparan suara yang sangat keras. Oleh karena itu, penderita sebaiknya tidak mencoba menebak sendiri penyebabnya.
Kebiasaan yang Perlu Dihindari
Saat telinga terasa penuh atau kurang mendengar, banyak orang langsung mengorek telinga menggunakan cotton bud, penjepit rambut, korek kuping logam, atau benda lain. Kebiasaan ini berbahaya karena dapat mendorong kotoran masuk lebih dalam, melukai liang telinga, bahkan merusak gendang telinga.
Masyarakat juga sebaiknya tidak sembarangan meneteskan obat ke telinga tanpa pemeriksaan. Obat tetes telinga tidak selalu cocok untuk semua kondisi. Bila terdapat luka atau gangguan pada gendang telinga, penggunaan obat yang tidak tepat dapat memperburuk keadaan.
Selain itu, hindari kebiasaan mendengarkan musik dengan volume terlalu keras, terutama menggunakan earphone atau headphone dalam waktu lama. Paparan suara keras yang berulang dapat merusak sel-sel halus di telinga bagian dalam. Kerusakan ini sering terjadi perlahan dan tidak selalu dapat diperbaiki. CDC menyarankan pencegahan dengan menurunkan volume, menjauhi sumber bising, beristirahat dari paparan suara, dan memakai pelindung telinga bila berada di lingkungan bising.
Cara Sederhana Mengenali Gangguan Pendengaran di Rumah
Ada beberapa tanda sederhana yang dapat diperhatikan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, seseorang mulai sering menaikkan volume televisi lebih tinggi dari biasanya, sering meminta lawan bicara mengulang perkataan, sulit memahami pembicaraan di tempat ramai, atau merasa orang lain berbicara tidak jelas.
Pada anak-anak, gangguan pendengaran dapat tampak dari respons yang lambat saat dipanggil, sering salah memahami instruksi, prestasi belajar menurun, bicara kurang jelas,atau sering menaikkan volume gawai. Pada orang lanjut usia, tanda gangguan pendengaran sering dianggap bagian normal dari penuaan. Meskipun usia memang dapat memengaruhi pendengaran, pemeriksaan tetap penting agar kualitas hidup tetap terjaga.
Pencegahan yang Dapat Dilakukan
Tidak semua gangguan pendengaran dapat dicegah, tetapi banyak risiko yang dapat dikurangi. Pertama, jaga telinga dari suara yang terlalu keras. Bila berada di tempat bising seperti pabrik, konser, bengkel, tempat latihan musik, atau area konstruksi, gunakan pelindung telinga.
Kedua, batasi penggunaan earphone. Gunakan volume sedang dan beri waktu istirahat pada telinga. Jika orang di sekitar masih dapat mendengar suara dari earphone yang sedang digunakan, kemungkinan volumenya terlalu keras.
Ketiga, jangan memasukkan benda asing ke dalam telinga. Telinga sebenarnya memiliki mekanisme alami untuk membersihkan diri. Bila terasa tersumbat, lebih baik periksa ke tenaga kesehatan daripada mengorek terlalu dalam.
Keempat, lakukan pemeriksaan apabila memiliki risiko tertentu, misalnya sering terpapar suara keras, bekerja di lingkungan bising, memiliki riwayat infeksi telinga berulang, mengonsumsi obat tertentu dalam jangka panjang, atau memiliki penyakit seperti diabetes dan tekanan darah tinggi.
Pesan Penting untuk Masyarakat
Kehilangan pendengaran bukan hanya masalah telinga. Gangguan ini dapat memengaruhi komunikasi, pekerjaan, pendidikan, hubungan keluarga, bahkan kesehatan mental. Orang yang sulit mendengar dapat menjadi mudah lelah, menarik diri dari pergaulan, atau tampak tidak memperhatikan pembicaraan, padahal sebenarnya ia tidak mendengar dengan jelas.
Karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa telinga mendadak tidak mendengar bukan keluhan yang boleh disepelekan. Jangan menunggu sampai pendengaran benar-benar hilang. Jangan pula menganggap semua keluhan telinga sebagai kotoran telinga biasa. Apabila pendengaran menurun secara tiba-tiba, terutama disertai telinga berdenging, rasa penuh, atau pusing berputar, segera lakukan pemeriksaan. Tindakan cepat dapat menjadi kunci untuk menyelamatkan pendengaran.
Pendengaran adalah aset penting dalam kehidupan. Menjaganya berarti menjaga kemampuan berkomunikasi, bekerja, belajar, dan menikmati kehidupan sehari-hari.(*/dr.Winendy Deo Haryanto, AIFO-K)