lisensi

Selasa, 19 Mei 2026, Mei 19, 2026 WIB
Last Updated 2026-05-20T06:18:37Z
DaerahLampung Selatan

Pamit Hendak Pergi Memancing, Nelayan Ditemukan Meninggal Mengapung di Perairan Ketapang

Advertisement


Lampung Selatan (Pikiran Lampung) – Warga bersama tim gabungan menemukan sesosok mayat laki-laki mengapung di perairan depan PT Wika Beton, Desa Sumur, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (19/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.


Korban kemudian berhasil diidentifikasi sebagai Turmudi Bin Boniran (37), warga Dusun Sumber Sari IV RT 003/RW 001, Desa Sumber Sari, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan.


Penemuan jasad bermula saat seorang nelayan bernama Rudi tengah mengantar penumpang kapal dari Pelabuhan Eksekutif menuju Desa Sumur. Saat berada di tengah laut, kapal yang digunakannya hampir menabrak tubuh korban yang mengapung di permukaan perairan.


Mengetahui hal tersebut, saksi segera melaporkan temuan itu kepada personel Satpolairud yang kemudian diteruskan kepada tim gabungan untuk proses penanganan.


Tim gabungan yang terdiri dari Satpolairud, Basarnas, TNI AL dan kepolisian selanjutnya bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi melalui jalur depan Pelabuhan PT BBJ. Korban kemudian dibawa menuju Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muara Piluk, Desa Bakauheni.


Mendapat informasi tersebut, personel Polsek Penengahan bersama Unit INAFIS Polres Lampung Selatan langsung mendatangi lokasi guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan serta identifikasi sebelum jenazah dibawa ke RSUD Bob Bazar Kalianda untuk pemeriksaan lanjutan.


Saat ditemukan, korban mengenakan jaket atau switer hitam kombinasi biru, celana panjang hitam, sepatu bot hitam dan kaos kaki biru. Hasil identifikasi menunjukkan korban memiliki tinggi sekitar 165 sentimeter, berkulit sawo matang dan berkumis tipis.


Berdasarkan keterangan keluarga, sehari sebelum ditemukan meninggal dunia, korban berpamitan untuk pergi memancing seorang diri seperti kebiasaan yang biasa dilakukan. Korban diketahui berangkat dari rumah pada Senin (18/5/2026) sekitar pukul 18.30 WIB untuk memancing.


Plh Kapolsek Penengahan AKP Nixson Wilson Wariki mengatakan pihak kepolisian bergerak cepat setelah menerima laporan adanya penemuan mayat di wilayah perairan tersebut. “Begitu menerima informasi, personel langsung menuju lokasi bersama unsur terkait untuk melakukan evakuasi, pengamanan, dan proses identifikasi terhadap korban,” ujar Nixson.


Ia menjelaskan proses penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai instansi terkait agar berjalan cepat dan tepat. “Penanganan dilakukan bersama Satpolairud, Basarnas, TNI AL dan Unit INAFIS agar seluruh proses berjalan cepat serta tepat,” katanya.


Pihaknya juga mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan warga yang beraktivitas di laut, untuk selalu mengutamakan keselamatan.


“Kami mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan warga yang beraktivitas di laut, agar selalu memperhatikan faktor keselamatan dan memberi kabar kepada keluarga saat hendak bepergian,” tambahnya.


Sementara itu, pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan visum maupun autopsi. Keluarga juga telah membuat surat pernyataan tidak akan menuntut pihak mana pun di kemudian hari.


Usai seluruh proses penanganan selesai, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di tempat pemakaman umum Desa Sumber Sari, Kecamatan Sragi.


Saat ini kepolisian telah menyelesaikan rangkaian penanganan mulai dari pengamanan lokasi, koordinasi dengan tim identifikasi, pendokumentasian hingga administrasi penyerahan jenazah kepada keluarga.(mario)