Advertisement
Bandar Lampung (Pikiran Lampung) - Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi menghadiri video conference (vicon) peluncuran operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang diresmikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto, Sabtu (16/5/2026).
Peresmian koperasi dilakukan secara nasional berpusat di Kabupaten Nganjuk Jawa Timur dan diikuti melalui Zoom seluruh daerah di Indonesia. Untuk wilayah Provinsi Lampung, kegiatan dipusatkan di kawasan PKOR Way Halim. Turut hadir dalam kegiatan ini, Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan, Kasdam XXI/Radin Inten Andrian, Danbrigif 4 Mar/BS Supriadi Tarigan, Dandim 0410/KBL Kolonel Arm Roni Hermawan, serta jajaran Forkopimda Provinsi Lampung beserta para undangan.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa operasionalisasi 1.061 koperasi tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat ekonomi masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.
Menurut Presiden, program Koperasi Merah Putih bukan hanya sekadar pembangunan fisik, melainkan instrumen pemerataan ekonomi sekaligus penguatan ketahanan pangan nasional.
“Hari ini adalah momentum penting bagi bangsa Indonesia. Kita membuktikan bahwa dalam waktu singkat kita mampu membangun sistem koperasi yang nyata, lengkap dengan gudang, logistik, dan sarana pendukung lainnya,” ujar Presiden Prabowo dalam sambutannya secara virtual.
Presiden juga menegaskan bahwa koperasi menjadi salah satu strategi pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat kemandirian ekonomi nasional.
Sementara itu, Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengungkapkan, hingga 16 Mei 2026 pihaknya telah menyelesaikan pembangunan 562 titik koperasi desa secara penuh di wilayah Kodam XXI/Radin Inten.
“Dari total itu, sebanyak 345 titik berada di Lampung dan 217 titik di Bengkulu. Target kita nanti paling tidak bulan Juli sudah sampai 700 titik selesai,” kata Kristomei.
Ia optimistis jumlah koperasi yang rampung akan terus bertambah dalam waktu dekat. Menurutnya, saat ini terdapat sekitar 300 titik pembangunan yang progresnya telah mencapai 70 persen.
“Harapan saya akhir bulan ini atau awal Juni nanti sudah ada 600 titik yang selesai 100 persen. Karena kalau progres sudah 70 persen berarti tinggal tahap atap dan finishing,” ujarnya.
Kristomei menegaskan, percepatan pembangunan terus dilakukan tanpa mengurangi kualitas bangunan. Ia juga terus mendorong para Dandim dan Babinsa di wilayah untuk aktif bekerja sama dengan masyarakat desa dalam menyelesaikan pembangunan koperasi.
“Kita terus mendesak dan mendorong para Dandim dan Babinsa untuk bekerja sama dengan masyarakat desa agar koperasi ini cepat selesai,” katanya.
Ia menjelaskan, pihak Kodam bertugas menyiapkan infrastruktur bangunan koperasi, sementara pengelolaan dan operasional akan ditangani oleh dinas terkait.
“Yang kita bangun gedung koperasinya, termasuk fasilitas seperti klinik dan gudang, untuk manajemen koperasi disiapkan oleh dinas koperasi,” jelasnya.
Kristomei juga menyoroti kualitas pembangunan gudang koperasi yang disebut dibuat lebih baik dan rapi, termasuk penggunaan lantai epoxy agar lebih bersih dan tahan lama.
Untuk Provinsi Lampung sendiri, Kodam XXI/Radin Inten mendapat target pembangunan sebanyak 2.560 koperasi desa. Hingga kini, progres pembangunan masih terus berjalan.
“Khusus Bandar Lampung ada 10 titik. Saat ini baru lima titik yang selesai atau sekitar 50 persen,” ujarnya.
Ia mengakui pada tahap awal pembangunan di Bandar Lampung sempat terkendala persoalan lahan. Namun, persoalan tersebut akhirnya dapat diatasi berkat dukungan Pemerintah Provinsi Lampung.
“Kita dibantu Pemprov karena ada lahan milik pemerintah provinsi yang bisa digunakan untuk pembangunan koperasi,” pungkasnya.(rahmadi)