Advertisement
Jawa Barat (Pikiran Lampung) – Upaya memperkuat kemandirian organisasi terus dilakukan Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Lampung. Salah satunya melalui studi pembelajaran pengelolaan badan usaha Pramuka yang dilaksanakan di lingkungan Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Barat, Hotel Bumi Kitri Pramuka Bandung, Jumat (22/5/2026).
Kegiatan tersebut diikuti langsung Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela yang juga menjabat sebagai Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Lampung bersama jajaran pengurus Kwarda Lampung.
Kehadiran rombongan diterima Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Kelembagaan Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Barat Baim Setiawan beserta jajaran.
Studi pembelajaran ini menjadi bagian dari upaya penguatan kelembagaan sekaligus pengembangan potensi ekonomi kepramukaan, khususnya dalam pengelolaan badan usaha yang diharapkan mampu mendukung keberlanjutan dan kemandirian organisasi.
Dalam kesempatan tersebut, Jihan Nurlela menilai keberadaan badan usaha Pramuka memiliki peran strategis, tidak hanya untuk menopang organisasi, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter dan pembentukan jiwa kewirausahaan bagi anggota Pramuka.
Menurutnya, pengelolaan badan usaha dapat menjadi media pembelajaran bagi generasi muda untuk membangun karakter mandiri, kepemimpinan, kreativitas, serta rasa tanggung jawab.
“Badan usaha Pramuka tidak hanya berorientasi pada penguatan organisasi, tetapi juga menjadi wadah pembinaan generasi muda agar memiliki kemampuan kepemimpinan, tanggung jawab, kreativitas, serta keterampilan yang bermanfaat di masa depan,” ujarnya.
Selain itu, anggota Pramuka juga dapat mempelajari berbagai keterampilan melalui pengelolaan usaha, mulai dari kerja sama tim, manajemen usaha hingga kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar kepramukaan.
Jihan juga menilai badan usaha Pramuka berpotensi memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat, terutama dalam mendorong pemberdayaan ekonomi melalui kolaborasi dengan pelaku UMKM dan masyarakat sekitar untuk mendukung berbagai kegiatan kepramukaan.
Tidak hanya itu, badan usaha Pramuka diharapkan mampu mendukung kegiatan sosial dan pendidikan karakter di tengah masyarakat melalui pelatihan, kegiatan kepemudaan, hingga aktivitas sosial kemasyarakatan.
Menurutnya, penguatan badan usaha menjadi langkah penting dalam membangun organisasi Pramuka yang mandiri, profesional dan berkelanjutan, sekaligus mencetak generasi muda yang produktif dan memiliki kepedulian sosial.
Melalui studi pembelajaran tersebut, Kwarda Lampung diharapkan memperoleh referensi dan pengalaman baru dalam mengembangkan badan usaha Pramuka yang lebih optimal serta memberikan manfaat bagi organisasi, anggota, maupun masyarakat luas.(*)