lisensi

Selasa, 19 Mei 2026, Mei 19, 2026 WIB
Last Updated 2026-05-19T13:01:21Z
Bandar LampungPenyekapan Dua Jurnalis Di IsraelPewarta Foto Indonesia (PFI) Lampung

PFI Lampung Kecam Penyekapan Dua Jurnalis Indonesia Oleh Tentara Zionis Israel

Advertisement


Bandar Lampung (Pikiran Lampung) – Pewarta Foto Indonesia (PFI) Lampung mengecam tindakan tentara Israel yang diduga melakukan penyekapan terhadap dua jurnalis Indonesia saat menjalankan tugas jurnalistik dalam misi kemanusiaan menuju Gaza. Sikap tersebut disampaikan sebagai bentuk solidaritas sekaligus dorongan perlindungan terhadap keselamatan jurnalis di wilayah konflik.


Ketua PFI Lampung, Juniardi SIP SH MH, menegaskan tindakan penahanan dan intimidasi terhadap jurnalis merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional, khususnya perlindungan terhadap pekerja pers di wilayah konflik bersenjata.


PFI Lampung menyatakan mengecam keras tindakan tentara Israel yang melakukan penahanan, intimidasi, dan penyekapan terhadap wartawan Indonesia. Menurut organisasi tersebut, tindakan itu bertentangan dengan Hukum Humaniter Internasional serta Konvensi Jenewa 1949 yang menjamin keselamatan jurnalis sebagai warga sipil.


Selain itu, PFI Lampung mendesak Pemerintah Israel untuk segera membebaskan para jurnalis Indonesia tanpa syarat dan memastikan mereka kembali dalam kondisi sehat serta aman. Organisasi tersebut juga meminta agar seluruh peralatan jurnalistik yang disita dapat dikembalikan.


PFI Lampung turut meminta Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri untuk mengambil langkah diplomasi yang tegas dan konkret guna menjamin keselamatan warga negara Indonesia yang bertugas sebagai jurnalis di wilayah konflik.


“Tindakan membungkam jurnalis sama dengan upaya menutup akses informasi dan fakta kemanusiaan kepada dunia,” demikian pernyataan sikap PFI Lampung.


Sebelumnya diberitakan, dua jurnalis harian Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, dilaporkan ditangkap tentara Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza.


Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, membenarkan kedua jurnalis tersebut tergabung dalam rombongan relawan internasional yang membawa bantuan logistik dan obat-obatan untuk warga Palestina.


Ia menjelaskan, dalam rombongan terdapat sembilan relawan asal Indonesia, termasuk Bambang Noroyono dan Thoudy Badai yang menjalankan misi jurnalistik sekaligus kemanusiaan.


Keselamatan kedua jurnalis tersebut, lanjut Andi, menjadi perhatian serius pihaknya di tengah meningkatnya eskalasi konflik di wilayah Gaza.(Rahmadi)