Advertisement
Lampung Utara (Pikiran Lampung) – Upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem terus dilakukan PT PLN (Persero) melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Bumi Abung dengan memperkuat koordinasi lintas instansi. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi dan koordinasi bersama BPBD Lampung Utara.
Kegiatan koordinasi tersebut berlangsung di Kantor BPBD Lampung Utara, saat perwakilan PLN yang terdiri dari Team Leader K3 dan Keamanan Layanan Pelanggan, Muhammad Mariansyah Pratama, serta Team Leader Pengelolaan Unit Tersebar Pakuwon Ratu, Chandra Purnama, bertemu dengan Sekretaris BPBD Lampung Utara, Dicky Pahlevi Suudi.
Pertemuan ini tidak hanya sebagai ajang silaturahmi kelembagaan, tetapi juga membahas langkah konkret dalam menyikapi potensi cuaca ekstrem yang belakangan terjadi, termasuk koordinasi pemetaan wilayah rawan banjir guna menjaga keandalan sistem kelistrikan di daerah tersebut.
Manager PLN ULP Bumi Abung, Eko Wahyudi, menegaskan bahwa sinergi dengan berbagai pihak, khususnya BPBD, menjadi bagian penting dalam mengantisipasi dan menangani dampak bencana alam seperti banjir yang berpotensi mengganggu infrastruktur kelistrikan dan keselamatan masyarakat.
“PLN berkomitmen untuk dapat memulihkan infrastruktur kelistrikan secara cepat, tepat, dan aman apabila terjadi bencana. Melalui koordinasi ini, kami ingin memastikan setiap potensi risiko bisa diantisipasi sejak dini,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca yang tidak menentu meningkatkan potensi bahaya kelistrikan, terutama saat hujan lebat terjadi secara tiba-tiba. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi yang lebih solid agar informasi keselamatan dapat tersampaikan secara cepat dan tepat kepada masyarakat.
Menurutnya, dalam kondisi tertentu seperti banjir yang menggenangi gardu distribusi, PLN akan melakukan penghentian sementara aliran listrik demi menjaga keselamatan warga.
“Air dapat menghantarkan arus listrik, sehingga penghentian aliran listrik menjadi langkah penting untuk mencegah risiko yang lebih besar, sekaligus melindungi peralatan kelistrikan dari kerusakan,” tambahnya.
Sementara itu, Dicky Pahlevi Suudi menyambut baik langkah proaktif PLN dalam memperkuat koordinasi penanggulangan bencana. Ia menilai PLN sebagai sektor vital yang membutuhkan sinergi kuat dengan berbagai pihak dalam menghadapi situasi darurat.
“Sinergi antara PLN dan BPBD sangat penting untuk memastikan keselamatan masyarakat serta mempercepat penanganan dampak pascabencana. Pemetaan wilayah rawan banjir menjadi langkah krusial dalam mitigasi ke depan,” ungkapnya.
Melalui koordinasi ini, diharapkan kesiapan menghadapi bencana di wilayah Lampung Utara semakin meningkat, sekaligus memperkuat perlindungan terhadap masyarakat dan infrastruktur vital di tengah potensi cuaca ekstrem.(bams)