Advertisement
Lampung Selatan (Pikiran Lampung) - Warga Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, digegerkan dengan penemuan potongan tubuh manusia di kawasan Pantai Sinar Laut, Minggu (24/5/2026) petang.
Potongan tubuh manusia berjenis kelamin laki-laki tersebut ditemukan sekitar pukul 17.50 WIB dalam kondisi sudah membusuk dan mengapung di pinggir laut. Potongan tubuh yang ditemukan hanya bagian bawah tubuh, mulai dari pinggang hingga kaki, tanpa pakaian dan tanpa identitas.
Peristiwa itu pertama kali diketahui sejumlah warga yang sedang berjalan di sepanjang bibir pantai. Salah satu saksi, Davis Taurus, awalnya melihat benda menyerupai kaki manusia di tepi air laut. Karena merasa curiga, saksi bersama warga lain mendekati benda tersebut dan memastikan bahwa yang ditemukan memang bagian tubuh manusia.
Warga kemudian menarik potongan tubuh tersebut ke pasir pantai untuk memastikan kondisi temuan sebelum akhirnya melaporkan kejadian itu ke Polsek Kalianda.
Mendapat laporan masyarakat, personel Polsek Kalianda bersama Sat Polairud Polres Lampung Selatan langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara dan melakukan proses evakuasi.
Potongan tubuh manusia tersebut kemudian dibawa ke RSUD Bob Bazar Kalianda menggunakan ambulans BPBD Kabupaten Lampung Selatan guna dilakukan pemeriksaan visum dan identifikasi lebih lanjut.
Kasat Polairud Polres Lampung Selatan IPTU Panpan mengatakan pihak kepolisian bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Begitu menerima laporan dari masyarakat, personel Polairud bersama Polsek Kalianda langsung bergerak menuju lokasi untuk mengamankan area penemuan dan melakukan proses evakuasi potongan tubuh manusia tersebut ke RSUD Bob Bazar Kalianda guna penanganan lebih lanjut,” ujar IPTU Panpan.
Ia menjelaskan hingga saat ini identitas korban masih belum diketahui dan masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian bersama instansi terkait.
“Saat ini identitas korban masih dalam proses penyelidikan dan kami masih melakukan koordinasi dengan Satreskrim, INAFIS, serta instansi terkait untuk mengumpulkan informasi tambahan, termasuk mencocokkan dengan laporan orang hilang maupun kejadian laka laut yang sebelumnya terjadi di perairan Lampung Selatan,” katanya.
Pihak kepolisian juga menelusuri kemungkinan keterkaitan penemuan tersebut dengan dua kejadian kecelakaan laut yang sebelumnya terjadi di wilayah perairan Lampung Selatan. Kejadian pertama yakni kecelakaan laut akibat kapal nelayan tertabrak kapal besi tak dikenal di perairan Desa Suak pada 5 Mei 2026 yang menyebabkan satu anak buah kapal hilang.
Sementara kejadian kedua adalah jatuhnya seorang ABK kapal nelayan ke laut di sekitar perairan Pulau Krakatau pada 17 Mei 2026 yang hingga kini juga belum ditemukan. Meski demikian, polisi belum dapat memastikan keterkaitan antara penemuan potongan tubuh manusia tersebut dengan dua peristiwa laka laut tersebut.
IPTU Panpan mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Apabila ada warga yang merasa kehilangan anggota keluarga atau memiliki informasi terkait kejadian ini, segera melapor kepada pihak kepolisian untuk membantu proses identifikasi,” ujarnya.
Hingga Minggu malam, situasi di lokasi penemuan terpantau aman dan kondusif. Sat Polairud bersama Polsek Kalianda masih melakukan pencarian informasi tambahan terkait identitas korban dan kemungkinan adanya bagian tubuh lain di sekitar lokasi perairan.(mario)