lisensi

Senin, 25 Mei 2026, Mei 25, 2026 WIB
Last Updated 2026-05-25T12:50:36Z
Puasa Arafah 9 Dzulhijjah

Sambut Idul Adha 2026 dengan Puasa Arafah, Ini Keutamaannya

Advertisement


Bandar Lampung (Pikiran Lampung) - Menjelang Idul Adha 2026, umat Islam mulai mempersiapkan diri menyambut datangnya bulan Dzulhijjah yang dikenal sebagai salah satu bulan penuh keberkahan. Selain ibadah kurban, terdapat sejumlah amalan sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan, di antaranya puasa Arafah yang memiliki keutamaan besar.


Puasa Arafah dilakukan pada 9 Dzulhijjah atau sehari sebelum Idul Adha. Amalan tersebut termasuk rangkaian ibadah sunnah pada 10 hari pertama Dzulhijjah yang disebut sebagai hari-hari paling mulia dalam setahun.


Khusus puasa Arafah, amalan ini memiliki nilai istimewa karena diyakini dapat menghapus dosa setahun yang telah berlalu dan setahun yang akan datang bagi umat Muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.


Sebelum menjalankan puasa Arafah, umat Islam dianjurkan membaca niat pada malam hari hingga sebelum waktu fajar. Adapun bacaan niat puasa Arafah adalah:

Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.”


Setelah berniat, umat Muslim dapat melanjutkan dengan makan sahur, melaksanakan salat Subuh, dan menjalani puasa hingga waktu berbuka tiba saat Magrib. Puasa Arafah memiliki sejumlah keutamaan yang menjadi alasan mengapa amalan ini sangat dianjurkan.


Pertama, puasa Arafah menjadi kesempatan untuk meraih ampunan Allah SWT. Dalam sejumlah riwayat disebutkan, puasa Tarwiyah dapat menghapus dosa selama satu tahun, sedangkan puasa Arafah menghapus dosa dua tahun, yakni satu tahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya.


Selain itu, hari Arafah juga menjadi waktu yang istimewa untuk memperbanyak doa karena bertepatan dengan pelaksanaan wukuf para jamaah haji di Padang Arafah.


Keutamaan lainnya adalah pahala yang berlipat ganda. Seluruh amalan saleh yang dilakukan pada 10 hari pertama Dzulhijjah, termasuk puasa Tarwiyah dan Arafah, diyakini mendapat ganjaran besar dari Allah SWT.


Terdapat pula riwayat yang menyebutkan bahwa puasa Tarwiyah sebanding dengan puasa selama setahun penuh, sedangkan puasa Arafah seperti berpuasa selama dua tahun.


Pelaksanaan puasa Arafah sendiri pada dasarnya sama seperti puasa sunnah lainnya, yakni diawali dengan niat, dilanjutkan sahur, menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan, minum, dan hubungan suami istri, lalu berbuka saat matahari terbenam atau masuk waktu Magrib.


Dengan memahami niat, tata cara, serta keutamaannya, puasa Tarwiyah dan Arafah dapat menjadi bekal spiritual bagi umat Islam dalam menyambut Idul Adha 2026.


Semoga seluruh amalan yang dilakukan diterima Allah SWT dan membawa keberkahan bagi kehidupan.(*)