Advertisement
Bandar Lampung (Pikiran Lampung) – Suasana hangat penuh kekeluargaan terasa di kediaman Bapak Sakiman, Jalan P. Antasari Gang Langgar 2, Kecamatan Kedamaian, Bandar Lampung, saat Paguyuban Rahayu Lestari (PRL) menggelar pertemuan silaturahmi rutin dua mingguan, Minggu (17/05/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB itu bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi ruang temu yang mempererat hubungan antaranggota. Puluhan anggota yang hadir tampak larut dalam suasana akrab melalui obrolan ringan, canda, serta saling berbagi cerita yang mencerminkan eratnya ikatan persaudaraan yang telah terbangun selama bertahun-tahun.
Sejak awal pertemuan, nuansa kebersamaan begitu terasa. Para anggota saling menyapa dan berjabat tangan, menciptakan suasana sederhana namun sarat makna. Kebersamaan yang terus dijaga itu menjadi kekuatan utama Paguyuban Rahayu Lestari dalam mempertahankan nilai-nilai kerukunan di tengah dinamika kehidupan masyarakat.
Dalam sambutannya yang disampaikan melalui Hersoli Rizwan, tuan rumah Bapak Sakiman menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kehadiran seluruh anggota. Ia merasa bangga karena kediamannya dipercaya menjadi tempat berlangsungnya pertemuan silaturahmi tersebut.
“Silaturahmi seperti ini sangat penting untuk menjaga persaudaraan dan kekompakan kita. Semoga pertemuan hari ini membawa keberkahan, mempererat rasa kekeluargaan, serta semakin menguatkan Paguyuban Rahayu Lestari ke depannya,” ujar Hersoli Rizwan.
Ketua Paguyuban Rahayu Lestari, Lugito, mengatakan paguyuban tersebut lahir dari semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang telah diwariskan sejak beberapa dekade lalu. Meski kini telah memasuki generasi kedua, nilai-nilai dasar yang ditanamkan para pendiri tetap dipertahankan.
“Paguyuban ini dibangun atas semangat persaudaraan dan kepedulian. Walaupun sekarang sudah generasi kedua, tujuan kami tetap sama, yakni menjaga silaturahmi serta saling membantu antaranggota maupun masyarakat,” kata Lugito.
Menurutnya, Paguyuban Rahayu Lestari terus mendorong berbagai kegiatan sosial dan keagamaan yang memberi manfaat, tidak hanya bagi anggota, tetapi juga lingkungan sekitar. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen paguyuban untuk tetap hadir sebagai komunitas yang rukun, solid, dan memiliki kontribusi positif bagi masyarakat.
Melalui pertemuan rutin seperti ini, Paguyuban Rahayu Lestari berharap semangat gotong royong, komunikasi yang baik, dan persaudaraan antaranggota dapat terus terjaga serta tumbuh di tengah perubahan zaman.
(Salsabila Nuhroho)