lisensi

Senin, 04 Mei 2026, Mei 04, 2026 WIB
Last Updated 2026-05-04T23:57:56Z
Persit KCK Daerah XXI/Radin Inten

Tapis Lampung Siap Tampil di Jakarta, Asri Tapis Bawa Wastra Lokal ke Panggung Nasional

Advertisement



Bandar Lampung (Pikiran Lampung) - Kain tapis khas Lampung kembali menunjukkan eksistensinya di level nasional. Melalui ajang pameran bergengsi “Persit Bisa 2” yang akan digelar di Balai Kartini, Jakarta, pada 7–9 Mei 2026, wastra Nusantara ini siap mencuri perhatian publik ibu kota.


Dalam kegiatan tersebut, UMKM Asri Tapis hadir di Booth 75 dengan menampilkan koleksi premium yang merepresentasikan keindahan sulam benang emas khas Lampung. Keikutsertaan ini menjadi bukti nyata semangat pengrajin lokal dalam menjaga tradisi di tengah perkembangan zaman.


Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XXI/Radin Inten, Ny. Asti Kristomei Sianturi, menegaskan bahwa partisipasi Asri Tapis bukan sekadar mengikuti pameran, melainkan bagian dari upaya pembinaan dan pemberdayaan anggota Persit secara menyeluruh.


“Kami percaya bahwa setiap jemari istri prajurit memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi kreatif yang tangguh,” ujarnya, Senin (4/5/2026).


Ia menjelaskan, melalui pendampingan berkelanjutan, Persit mendorong wastra Lampung menjadi bagian dari gaya hidup modern yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional. Selain itu, langkah ini juga membuka peluang kemandirian ekonomi bagi keluarga prajurit.


Transformasi Persit pun terus berkembang. Dari yang semula hanya menjadi wadah pelatihan keterampilan di lingkungan asrama, kini berperan sebagai penggerak ekonomi yang menjembatani karya anggota dengan pasar yang lebih luas.


Upaya tersebut berakar dari sejarah panjang organisasi yang berdiri pada 3 April 1946 di Purwakarta, Jawa Barat, atas prakarsa Ratu Aminah Hidayat. Sejak itu, Persit terus berperan dalam mendukung kesejahteraan keluarga prajurit sekaligus menguatkan peran sosial perempuan.


Identitas organisasi semakin kokoh sejak 1964 dengan nama Kartika Chandra Kirana, yang memiliki makna sebagai cahaya penerang dalam kehidupan.


Seiring perkembangan waktu, Persit juga aktif melestarikan kearifan lokal melalui kolaborasi dengan pelaku UMKM, salah satunya Asri Tapis Lampung. Kolaborasi ini menjadikan kain tapis sebagai bagian dari identitas organisasi dalam berbagai kegiatan resmi.


Setiap helai tapis yang ditampilkan tidak hanya menawarkan keindahan visual, tetapi juga menyimpan cerita tentang ketelitian para pengrajin yang menghasilkan ribuan tusukan jarum secara manual.


Selain menghadirkan kain tapis klasik dengan sulaman emas autentik, Asri Tapis juga berinovasi melalui produk modern seperti tas dan clutch yang memadukan unsur tradisional dengan desain kekinian.


Manajemen Asri Tapis menilai inovasi menjadi kunci agar tapis tidak hanya dipandang sebagai busana adat formal, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup elegan masa kini. Lebih dari itu, tapis Lampung juga berperan sebagai sarana diplomasi budaya, memperkenalkan kekayaan “Bumi Ruwa Jurai” kepada masyarakat luas dari berbagai daerah.


Pameran ini diharapkan menjadi ruang edukasi, khususnya bagi generasi muda, untuk lebih mengenal dan mencintai produk lokal. Pengunjung nantinya tidak hanya melihat koleksi, tetapi juga dapat menggali informasi terkait motif, sejarah, hingga cara perawatan kain tapis.


Kolaborasi antara Persit dan pelaku UMKM ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai tradisi dapat terus hidup melalui inovasi. Dari tangan-tangan terampil para pengrajin, warisan budaya Lampung terus dirawat dan ditampilkan dengan bangga di panggung nasional.(*)