Advertisement
Jakarta (Pikiran Lampung) – Timnas Indonesia kembali menjalani ujian internasional dalam lanjutan agenda FIFA Matchday saat menghadapi Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa (9/6/2026) malam WIB. Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi skuad Garuda untuk melanjutkan tren positif sekaligus mengukur perkembangan tim di bawah arahan pelatih John Herdman.
Laga kontra Mozambik akan menjadi pertandingan keempat Herdman sejak resmi menangani Timnas Indonesia. Pelatih asal Inggris tersebut sejauh ini mencatatkan hasil cukup menjanjikan dengan dua kemenangan dan satu kekalahan dari tiga pertandingan awalnya bersama Garuda.
Dari tiga laga tersebut, Indonesia sukses menumbangkan Saint Kitts dan Nevis serta Oman, sementara satu-satunya kekalahan dialami saat menghadapi Bulgaria. Catatan tersebut menjadi modal berharga bagi tim Merah Putih untuk menatap duel melawan wakil Afrika tersebut.
Selain hasil positif, produktivitas lini serang Indonesia juga menunjukkan perkembangan signifikan. Dalam tiga pertandingan terakhir, Garuda berhasil mencetak delapan gol, masing-masing empat gol ke gawang Saint Kitts dan Nevis serta tiga gol saat mengalahkan Oman. Performa tersebut menjadi sinyal positif bagi tim yang tengah mempersiapkan diri menghadapi berbagai agenda internasional mendatang.
Menariknya, pertandingan ini akan menjadi pertemuan perdana antara Indonesia dan Mozambik sepanjang sejarah. Kedua negara belum pernah saling berhadapan, baik di level tim nasional senior maupun kelompok usia. Kondisi itu membuat duel di Gelora Bung Karno diprediksi berlangsung menarik karena kedua tim masih minim referensi kekuatan satu sama lain.
John Herdman menegaskan bahwa kemenangan tetap menjadi target utama timnya. Namun lebih dari itu, ia ingin melihat peningkatan kualitas permainan para pemain setelah penampilan impresif saat mengalahkan Oman.
"Target kami adalah meraih kemenangan kedua secara beruntun dan melanjutkan momentum positif yang sedang dibangun," kata Herdman.
Pelatih berusia 50 tahun itu juga berharap anak asuhnya mampu mempertahankan intensitas permainan, disiplin taktik, serta efektivitas penyelesaian akhir yang mulai terlihat dalam beberapa pertandingan terakhir.
Sementara itu, gelandang Timnas Indonesia Joey Pelupessy mengaku optimistis menyambut laga melawan Mozambik. Pemain yang memperkuat klub Belgia, Lommel SK, tersebut menilai kemenangan atas Oman menjadi suntikan motivasi besar bagi seluruh pemain.
"Saya sangat senang dengan hasil pertandingan melawan Oman. Saya pikir kami bermain dengan kebanggaan dan hati. Itulah yang ingin dilihat masyarakat Indonesia dari tim nasional mereka," ujar Pelupessy.
Meski demikian, ia mengingatkan rekan-rekannya agar tidak larut dalam euforia kemenangan dan tetap fokus menghadapi tantangan berikutnya.
"Namun setelah kemenangan itu, kami harus langsung fokus ke pertandingan berikutnya, yaitu melawan Mozambik. Kami sangat antusias menghadapi laga tersebut," tuturnya.
Pelatih Mozambik Chiquinho Conde menegaskan bahwa hasil pertandingan sebelumnya tidak bisa dijadikan tolok ukur untuk memprediksi jalannya laga di SUGBK.
"Jelas Indonesia adalah tim yang kuat karena mereka menang 3-0, sementara kami kalah 1-4 melawan Oman. Jadi, kami berharap besok akan menjadi pertandingan yang menantang," ujar Conde dalam konferensi pers jelang pertandingan di Senayan, Senin, 8 Juni 2026.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Mozambik tetap menghormati kekuatan Timnas Indonesia. Apalagi, skuad Garuda dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perkembangan signifikan dan mampu bersaing dengan sejumlah tim yang memiliki peringkat FIFA lebih tinggi.
Dukungan puluhan ribu suporter di Stadion Utama Gelora Bung Karno diperkirakan kembali menjadi energi tambahan bagi Timnas Indonesia. Dengan performa yang terus menunjukkan peningkatan, publik berharap Garuda mampu menutup rangkaian FIFA Matchday bulan Juni dengan hasil positif sekaligus memperbaiki posisi Indonesia dalam ranking FIFA.(*)