lisensi

Senin, 08 Juni 2026, Juni 08, 2026 WIB
Last Updated 2026-06-09T05:29:02Z
Kadisdikbud Lampung Thomas Amirico

Kadisdikbud Thomas Amirico Pastikan Siswa Eks SMA Siger Kembali Bersekolah

Advertisement



Bandar Lampung (Pikiran Lampung) – Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) bergerak cepat menjamin keberlanjutan pendidikan puluhan siswa eks SMA Siger yang terdampak persoalan perizinan sekolah. Sebanyak 79 siswa kini telah ditempatkan di sejumlah sekolah swasta di Bandar Lampung dan kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar secara normal.


Pada hari pertama penempatan, seluruh siswa langsung mengikuti ujian di sekolah masing-masing sebagai bagian dari proses akademik sekaligus penyesuaian dengan lingkungan belajar yang baru. Langkah tersebut menjadi solusi agar para siswa tidak kehilangan hak memperoleh pendidikan meski sekolah asal mereka tidak lagi dapat beroperasi.


Kepala Disdikbud Provinsi Lampung, Thomas Amirico, turun langsung memantau proses pemindahan siswa guna memastikan seluruh tahapan berjalan lancar dan tidak menimbulkan kendala baru bagi peserta didik maupun orang tua.


"Hari ini seluruh siswa sudah berada di sekolah tujuan dan mengikuti ujian. Kami memastikan proses perpindahan berjalan baik sehingga mereka tetap bisa melanjutkan pendidikan tanpa hambatan," ujar Thomas, Senin (8/6/2026).


Menurutnya, keputusan pemindahan dilakukan setelah SMA Siger tidak dapat melanjutkan aktivitas pendidikan akibat persoalan administrasi dan perizinan. Pemerintah daerah kemudian mengambil langkah cepat agar proses belajar mengajar para siswa tidak terhenti.


Dalam menentukan sekolah tujuan, Disdikbud Lampung mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk lokasi tempat tinggal siswa. Pertimbangan tersebut dilakukan agar proses adaptasi berjalan lebih mudah serta mengurangi beban transportasi yang harus ditanggung siswa dan orang tua.


Dari total 79 siswa yang dipindahkan, sebanyak 28 siswa ditempatkan di SMA Arjuna, 20 siswa di SMA Bina Mulya, 21 siswa di SMA Islamiyah, tujuh siswa di SMA Assafina, satu siswa di SMA Pangudi Luhur, dan dua siswa di SMA Budaya.


Thomas menegaskan, pemerintah tidak hanya menyediakan sekolah pengganti, tetapi juga memastikan seluruh kebutuhan pendidikan siswa selama masa transisi dapat terpenuhi dengan baik. Menurutnya, tidak boleh ada satu pun siswa yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan akibat persoalan yang berada di luar kendali mereka.


"Kami ingin memastikan tidak ada siswa yang putus sekolah. Yang terpenting saat ini mereka tetap belajar dan fokus mengejar prestasi akademik," katanya.


Ia juga memastikan persoalan biaya pendidikan tidak akan menjadi hambatan bagi para siswa. Pemerintah Provinsi Lampung, lanjutnya, akan memberikan dukungan sesuai kebutuhan agar seluruh peserta didik dapat menyelesaikan pendidikan hingga tuntas.


"Jangan sampai masalah biaya menjadi beban. Pemerintah akan membantu semaksimal mungkin. Tugas siswa sekarang adalah belajar dan mempersiapkan masa depan mereka," tegasnya.


Thomas mengaku bersyukur melihat semangat para siswa yang tetap tinggi meskipun harus berpindah sekolah dalam waktu relatif singkat. Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan tekad kuat para siswa untuk terus melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita mereka.


Pemerintah Provinsi Lampung berharap proses adaptasi di sekolah baru dapat berjalan dengan baik sehingga para siswa dapat kembali fokus belajar tanpa terbebani persoalan yang sempat mereka hadapi. Dukungan dari sekolah penerima, guru, dan orang tua juga diharapkan mampu membantu para siswa beradaptasi dan berkembang di lingkungan pendidikan yang baru.(bila)