lisensi

Sabtu, 27 Juni 2026, Juni 27, 2026 WIB
Last Updated 2026-06-27T10:03:58Z
Kebakaran Rumah Tiga Lantai di Kedaton

Kebakaran Hanguskan Rumah Tiga Lantai di Kedaton, Diduga Api Berasal Dari Pembakaran Sampah

Advertisement



Bandar Lampung (Pikiran Lampung) - Kebakaran melanda sebuah rumah permanen tiga lantai di Jalan Teuku Umar No.143, Kelurahan Surabaya, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung, Sabtu (27/6/2026).


Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung menerima laporan kejadian pada pukul 13.48 WIB. Proses pemadaman berhasil diselesaikan pada pukul 15.30 WIB.


Kepala Damkarmat Kota Bandar Lampung Anthoni Irawan mengatakan, pihaknya langsung menerjunkan personel dan armada setelah menerima laporan kebakaran.


“Begitu laporan kami terima, tim langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Sebanyak 45 personel dikerahkan dengan dukungan 11 unit mobil pemadam kebakaran,” ujar Anthoni.


Ia menjelaskan, petugas membutuhkan sekitar 15 tangki air untuk mengendalikan kobaran api hingga kondisi dinyatakan aman.


“Prioritas utama kami adalah memadamkan api agar tidak meluas ke bangunan sekitar serta memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” katanya.


Berdasarkan keterangan sementara, api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang berada di gudang bagian bawah rumah. Gudang tersebut diketahui berisi perabotan bekas dan barang rongsokan yang mudah terbakar.


Menurut keterangan Joni (26), anak dari pemilik rumah, api kemudian membesar dan menyambar barang-barang di sekitar gudang hingga merambat membakar bagian dalam rumah.


Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang.


Rumah yang terbakar diketahui milik Antoni (58), seorang buruh rongsok. Sejumlah barang yang ikut terbakar di antaranya perabotan rumah tangga, barang elektronik seperti kulkas dan televisi, serta kasur dan kursi.


Akibat kejadian tersebut, luas bangunan yang terdampak kebakaran sekitar 10 meter x 7 meter. Kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp50 juta berdasarkan keterangan pamong setempat.


Anthoni Irawan mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, terutama saat melakukan pembakaran sampah.


“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan, apalagi di dekat barang mudah terbakar. Sedikit kelalaian bisa memicu kebakaran yang lebih besar,” pungkasnya.


Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa. Penanganan kebakaran dilakukan oleh regu siaga Pleton A Mako Tendean.(fikar)