Advertisement
Mesuji (Pikiran Lampung)---- Pemerintah Provinsi Lampung
terus berkomitmen mengoptimalkan sektor agraris dan meningkatkan kesejahteraan
petani daerah melalui akselerasi program modernisasi dan hilirisasi sektor
pertanian.
Komitmen ini ditegaskan secara langsung oleh Gubernur Rahmat Mirzani Djausal usai melakukan peninjauan lapangan dan simulasi pemanfaatan teknologi modern drone penyemprot Pupuk Organik Cair (POC) di kawasan persawahan Desa Pangkal Mas, Kecamatan Mesuji Timur, Rabu (24/6/26).
Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Sekdaprov Marindo Kurniawan.
Dalam dialog tatap muka bersama para kelompok tani
setempat, Gubernur mengapresiasi keberhasilan implementasi POC hayati cair yang
secara nyata mampu mendongkrak hasil panen warga. Tercatat, dari basis luasan
lahan sawah sekitar 1.000 hektar di wilayah tersebut, total produksi gabah
melonjak tinggi dari semula sebesar 5.000 ton menjadi 7.000 ton.
"Jadi kalau 1.000 hektar dipakai semua, tadinya
produksinya 5.000 ton sekarang jadi 7.000 ton. Ada tambahan 1,4 miliar buat
dibagikan ke petani di seluruh desa," jelas Gubernur di hadapan para
petani.
Melihat capaian impresif tersebut, Pemerintah Provinsi
Lampung menginstruksikan jajaran dinas terkait bersama pemerintah kabupaten
untuk mendorong peningkatan indeks pertanaman dari dua kali panen menjadi tiga
kali panen (IP300) dalam setahun. Gubernur meminta sinergi yang kompak dari
aparatur desa serta dinas teknis agar target-target percepatan tanam tahun ini
berjalan dengan optimal.
Terkait keluhan para petani mengenai kendala serangan
hama tikus yang kerap menggagalkan peningkatan masa tanam, Pemerintah Provinsi
Lampung bergerak cepat memberikan solusi taktis jangka pendek dan jangka
panjang.
Melalui dinas pertanian, pemerintah mendistribusikan
bantuan logistik berupa seperempat ton belerang untuk penanganan darurat serta
merencanakan pembangunan Rumah Burung Hantu (Rubuha) sebagai langkah mitigasi
jangka panjang.
"Tahun ini kita usahakan tiga kali. Oke. Kasih
burung hantu... Rubuha. Sama belerang. Kompak ya Pak. POC-nya dipakai,"
tegas Gubernur.
Sementara itu, perwakilan masyarakat tani Desa Pangkal
Mas mengutarakan rasa terima kasih atas dukungan nyata pemerintah daerah dalam
menekan pengeluaran budidaya padi sawah. Berkat dukungan program teknologi
pupuk hayati cair ini, beban operasional produksi petani dapat dipangkas secara
drastis dari ratusan ribu rupiah menjadi puluhan ribu rupiah per hektarnya.
Petani juga menaruh harapan besar agar pemerintah daerah
bersedia memfasilitasi uji laboratorium berkala bagi beras lokal yang
diproduksi murni tanpa menggunakan bahan pestisida kimia sejak tahun 2014 guna
mendongkrak nilai tambah ekonomi dari aspek harga jual pasar.
"Minta tolong Pak Gubernur untuk memfasilitasi agar
apa yang kami angan-angankan di beras kami, karena di usaha organik itu ada
nilai plusnya dari segi harga. Terima kasih atas teknologinya pupuk hayati cair
yang sangat bermanfaat dan mengurangi biaya produksi pangan kami. Semoga
Lampung dipimpin Bapak Rahmat Mirzani Djausal jadi lumbung pangan
nasional," pungkas perwakilan petani.
Di samping pembenahan sektor pertanian organik dan
pengendalian hama terpadu, Gubernur turut menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi
Lampung senantiasa mendengar aspirasi masyarakat Mesuji mengenai kelancaran
aksesibilitas ekonomi daerah, termasuk komitmen percepatan pembenahan dan
peningkatan infrastruktur jalan poros utama di wilayah setempat. (Rahmadi).