lisensi

Selasa, 16 Juni 2026, Juni 16, 2026 WIB
Last Updated 2026-06-16T08:44:08Z
DaerahKebakran Rumah di Baradatu Way KananPolsek Baradatu

Polisi Selidiki Kebakaran Rumah di Baradatu, Pemilik Ditemukan Tewas Tertimpa Atap

Advertisement



Way Kanan (Pikiran Lampung) – Kebakaran hebat menghanguskan sebuah rumah di belakang Pasar Pagi Baradatu, Kelurahan Tiuh Balak Pasar, Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan, Lampung, Senin (15/6/2026) sore. Dalam peristiwa tersebut, pemilik rumah bernama Amri (50) ditemukan meninggal dunia di dalam bangunan yang terbakar.


Kapolsek Baradatu AKP Sunaryo mengatakan, kebakaran diketahui warga sekitar pukul 15.20 WIB setelah muncul kepulan asap dari bagian atas rumah korban.


Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Edison yang melihat asap keluar dari arah rumah korban. Saat didekati, api sudah membesar hingga warga meminta bantuan untuk melakukan pemadaman.


"Saksi yang berada sekitar 50 meter dari lokasi melihat asap dari arah rumah korban. Ketika didekati, api sudah membesar sehingga saksi berteriak meminta pertolongan warga," kata AKP Sunaryo, Selasa (16/6/2026).


Mendengar teriakan tersebut, warga sekitar langsung berdatangan untuk membantu memadamkan api secara manual. Warga juga menghubungi petugas pemadam kebakaran Kecamatan Baradatu.


Sekitar pukul 15.30 WIB, satu unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman. Namun, kondisi rumah yang berukuran sekitar 4 x 6 meter dengan sebagian besar material berbahan kayu sudah terbakar hampir seluruhnya.


Saat proses pemadaman berlangsung, petugas dan warga mengetahui bahwa Amri masih berada di dalam rumah. Setelah api berhasil dikendalikan, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

"Setelah api berhasil dikendalikan, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia," ujar Sunaryo.


Petugas dari Puskesmas Baradatu kemudian melakukan pemeriksaan awal terhadap korban dan memastikan korban telah meninggal dunia.


Kapolsek menjelaskan, korban diduga tidak sempat menyelamatkan diri saat kebakaran terjadi. Korban ditemukan dalam kondisi tertimpa bagian atap rumah yang roboh akibat terbakar.

"Dugaan sementara, korban meninggal dunia karena tertimpa atap rumah yang runtuh ketika kebakaran berlangsung," ucapnya.


Akibat kejadian tersebut, seluruh bangunan rumah beserta barang-barang milik korban ludes terbakar. Tidak ada korban lain dalam peristiwa tersebut.


Warga sekitar menyebut Amri selama ini tinggal seorang diri di rumah tersebut. Polisi juga menerima informasi bahwa korban diduga mengalami gangguan kejiwaan. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan.


Pihak keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak meminta dilakukan autopsi terhadap jenazah.

"Keluarga korban telah membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi serta menerima kejadian ini sebagai sebuah musibah," tutur AKP Sunaryo.(maria)