Advertisement
Bandarlampung (Pikiran Lampung)- Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan memastikan semua program Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dan wagub Jihan Nurlela adalah untuk kesejahteraan masyarakat dan menguatkan ekonomi Lampung.
Hal ini dikatakan
Sekdaprov Marindo usai mendampingi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat
penandatanganan bersama Direktur Utama PT. Nusantara Plastik Energi Muhammad
Dani SM Rabbani.
“ Ya kita tadi saksikan Pak Gubernur Mirza telah
menandatangani MoU untuk pembangunan pengolohan sampah dan energy terbarukan,
kita harus mendukung langkah maju pak Gubernur, yang muaranya tentu saja untuk kesejahteraan
masyarakat,”ujar Marindo Kepada Pikiran Lampung.
Menurut Sekdaprov, MoU ini membuktikan komitmen kuat
Pemerintah Provinsi Lampung dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui
pengembangan pengolahan sampah, energi terbarukan, dan kawasan industri hijau
di Provinsi Lampung.
Melalui kerja sama ini, kedua belah pihak berkomitmen
mendorong percepatan pembangunan sektor energi dan industri berbasis
keberlanjutan guna meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah serta kesejahteraan
masyarakat Lampung.
Penandatangan ini untuk Kesepakatan Bersama atau
Memorandum of Understanding (MoU) tentang Pembangunan Pengolahan Sampah serta
Pengembangan Potensi Energi dan Industri di Provinsi Lampung yang berlangsung
di Ruang Kerja Gubernur, Rabu (17/6/2026).
Adapun objek kerja sama meliputi pembangunan fasilitas
pengolahan sampah serta pengembangan potensi energi dan industri di Provinsi
Lampung.
Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung penyediaan
energi terbarukan sekaligus menciptakan ekosistem kawasan industri hijau yang
berdaya saing.
Ruang lingkup kerja sama mencakup pelaksanaan studi
kelayakan (feasibility study) serta pembangunan dan pengembangan berbagai
sektor strategis.
Di antaranya pengelolaan limbah terintegrasi dan
waste-to-energy yang mengubah sampah menjadi sumber energi, produksi dan
penyediaan bahan bakar biomassa (biomass fuel), serta pengembangan pembangkit
listrik tenaga air skala kecil (micro hydro power plant) dan pembangkit listrik
tenaga surya (PLTS).
PT. Nusantara Plastik Energi sendiri merupakan perusahaan
yang bergerak di bidang pengelolaan energi terbarukan, termasuk pengolahan
sampah plastik menjadi bahan bakar melalui teknologi RDF dan pirolisis,
pengembangan pembangkit listrik tenaga air dan surya, serta pembangunan kawasan
industri.
Sebagai informasi, Provinsi Lampung dipilih sebagai pilot
project karena dinilai memiliki posisi strategis, dukungan kuat pemerintah
daerah, serta potensi besar untuk menjadi model transformasi pengelolaan sampah
nasional.
PT. Nusantara Plastik Energi akan membawa pengalaman
pengelolaan sampah yang telah diterapkan di Eropa selama lebih dari 30 tahun
untuk dikembangkan di Lampung sebagai proyek percontohan ekonomi sirkular yang
dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.
Pada tahap awal, akan dibangun fasilitas pengolahan sampah
plastik berkapasitas 15.000 ton per tahun dengan nilai investasi sekitar 25
juta Euro dan menyerap sekitar 40 tenaga kerja.(CEO)