lisensi

Jumat, 05 Juni 2026, Juni 05, 2026 WIB
Last Updated 2026-06-06T02:02:30Z
Bandar LampungIIB Darmajaya

Sekretaris Yayasan Alfian Husin Dorong Mahasiswa Lestarikan Budaya Lewat Seni

Advertisement



Bandar Lampung (Pikiran Lampung) – Sekretaris Yayasan Alfian Husin, Dr. Ir. Firmansyah Y. Alfian, MBA., M.Sc., mengapresiasi penyelenggaraan Pagelaran Seni “PER-EMPU-AN: Cahaya dan Budaya” yang digelar Unit Kegiatan Mahasiswa Bidang Seni (UKMBS) Komunitas Biroe Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya di Gedung Pameran UPTD Taman Budaya Lampung, 4–8 Juni 2026.


Menurut Firmansyah, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya berkembang dalam bidang akademik, tetapi juga mampu menghadirkan karya seni yang sarat makna serta memiliki nilai edukatif bagi masyarakat. Ia menilai ruang-ruang kreatif seperti ini perlu terus didorong sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda.


Firmansyah yang membuka secara resmi pagelaran tersebut didampingi Direktur Kemahasiswaan dan Rumah Tangga IIB Darmajaya, Doni Andrianto Basuki, S.Kom., M.T.I. Kehadiran keduanya menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan potensi mahasiswa di bidang seni dan budaya.


Dalam sambutannya, Firmansyah menyampaikan bahwa seni memiliki peran penting sebagai media refleksi, komunikasi, dan pelestarian nilai-nilai budaya. Karena itu, ia mengapresiasi tema “PER-EMPU-AN: Cahaya dan Budaya” yang diangkat dalam pameran tersebut.


“Tema ini memiliki makna yang sangat mendalam. Perempuan merupakan sumber inspirasi, kekuatan, sekaligus penjaga nilai-nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Melalui karya seni, pesan tersebut dapat disampaikan dengan cara yang lebih menyentuh dan mudah diterima masyarakat,” ujarnya.


Pagelaran tersebut menampilkan 47 lukisan, tiga karya instalasi, dan dua karya sketsa wajah yang telah melalui proses kurasi oleh David, S.Sn. Berbagai karya yang dipamerkan menghadirkan beragam perspektif tentang perempuan, kehidupan sosial, budaya, hingga nilai-nilai kemanusiaan dengan pendekatan artistik yang unik dan reflektif.


Firmansyah berharap kegiatan serupa dapat terus menjadi agenda berkelanjutan yang memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengekspresikan gagasan serta meningkatkan kepedulian terhadap budaya lokal. Menurutnya, kreativitas mahasiswa harus mendapatkan dukungan karena menjadi salah satu modal penting dalam menghadapi tantangan era digital.


Selain pameran karya seni, kegiatan juga diramaikan dengan sejumlah agenda interaktif seperti Diskusi Seni Rupa dan Sketsa Bersama Model yang melibatkan seniman, mahasiswa, serta masyarakat umum. Rangkaian acara akan ditutup dengan Pagelaran Seni Tari dan Teater pada 8 Juni 2026 di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Lampung.


Turut hadir dalam pembukaan kegiatan sejumlah tokoh seni dan budaya Lampung, antara lain Mbah Pulung Suwandaru, Joko Iryanta, Helmi Azhari, Anshori Djausal, Ketua Komite Seni Rupa CH Sapto Wibowo, perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Lampung, serta Pemimpin Redaksi RRI Lampung. Kehadiran para tokoh tersebut semakin memperkuat semangat kolaborasi dalam mendukung perkembangan seni dan budaya di Provinsi Lampung.