lisensi

Rabu, 15 Juli 2026, Juli 15, 2026 WIB
Last Updated 2026-07-15T10:28:25Z
Info Piala Dunia 2026Inggris vs ArgentinaOlahraga

Inggris vs Argentina, Duel Klasik Bersejarah Perebutkan Tiket Final Piala Dunia 2026

Advertisement



Jakarta (Pikiran Lampung) - Duel klasik sarat gengsi dan sejarah akan tersaji pada semifinal Piala Dunia 2026 saat Inggris menghadapi juara bertahan Argentina di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Kamis (16/7/2026) pukul 02.00 WIB. Laga ini menjadi penentu satu tiket terakhir menuju partai final, di mana Spanyol telah lebih dahulu memastikan tempat usai menaklukkan Prancis 2-0.


Pemenang laga Inggris kontra Argentina akan menghadapi La Roja pada partai puncak. Tim asuhan Luis de la Fuente melangkah ke final berkat gol Mikel Oyarzabal dan Pedro Porro yang memastikan kemenangan atas Prancis.


Inggris datang ke semifinal dengan modal tiga kemenangan beruntun di fase gugur. Tim besutan Thomas Tuchel membuka perjalanan mereka dengan kemenangan dramatis 2-1 atas Republik Demokratik Kongo di babak 32 besar.


Selanjutnya, The Three Lions menyingkirkan tuan rumah Meksiko dengan skor 3-2 pada babak 16 besar, meski harus menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain. Di perempat final, Inggris kembali menunjukkan mentalitas kuat dengan mengalahkan Norwegia 2-1 lewat babak perpanjangan waktu.


Jude Bellingham menjadi pahlawan kemenangan setelah mencetak dua gol untuk membalikkan keadaan. Gelandang Real Madrid itu juga sedang berada dalam performa impresif dengan torehan empat gol dalam dua pertandingan terakhir.


Kemampuan bangkit dari ketertinggalan menjadi salah satu kekuatan utama Inggris sepanjang fase gugur. Mereka sukses membalikkan keadaan saat menghadapi Republik Demokratik Kongo maupun Norwegia.


Meski demikian, Thomas Tuchel mengakui timnya masih harus meningkatkan kualitas permainan jika ingin melewati hadangan Argentina.


Di lini depan, Inggris masih mengandalkan ketajaman Harry Kane dan Jude Bellingham. Keduanya sama-sama telah mencetak enam gol, atau menyumbang 12 dari total 13 gol Inggris sepanjang turnamen.


Di kubu lawan, Argentina juga menempuh jalan yang tidak mudah menuju semifinal. Tim asuhan Lionel Scaloni mengawali fase gugur dengan kemenangan 3-2 atas Tanjung Verde melalui babak tambahan waktu.


La Albiceleste kemudian bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk mengalahkan Mesir 3-2 pada babak 16 besar. Di perempat final, mereka kembali menunjukkan ketangguhannya dengan menundukkan Swiss 3-1 setelah melalui perpanjangan waktu.


Kapten Argentina, Lionel Messi, masih menjadi sosok sentral dalam permainan tim. Penyerang berusia 39 tahun itu telah mengoleksi delapan gol dan berada di jajaran teratas daftar pencetak gol Piala Dunia 2026.


Saat menghadapi Swiss, Messi memang tidak mencatatkan namanya di papan skor. Namun, ia berkontribusi lewat assist yang berujung gol pembuka Alexis Mac Allister.


Meski peran Messi sangat dominan, Argentina tidak hanya bergantung pada sang megabintang. Sepanjang turnamen, tujuh pemain Argentina lainnya juga telah mencetak gol, menunjukkan variasi serangan yang dimiliki tim asuhan Scaloni.


Semifinal ini juga menjadi babak baru dalam rivalitas panjang kedua negara di ajang Piala Dunia. Inggris dan Argentina sudah lima kali bertemu sebelumnya.


Inggris memenangkan dua pertemuan pertama pada edisi 1962 dan 1966. Argentina kemudian membalas lewat kemenangan ikonik di perempat final Piala Dunia 1986 yang diwarnai aksi legendaris Diego Maradona.


La Albiceleste kembali menyingkirkan Inggris melalui adu penalti pada babak 16 besar Piala Dunia 1998. Sementara pertemuan terakhir di Piala Dunia terjadi pada fase grup edisi 2002, saat Inggris menang tipis 1-0 berkat gol penalti David Beckham.


Dengan materi pemain berkualitas dan mental bertanding yang sama-sama teruji, duel Inggris kontra Argentina diprediksi berlangsung sengit. Inggris mengandalkan produktivitas Harry Kane dan Jude Bellingham, sedangkan Argentina bertumpu pada pengalaman Lionel Messi serta kedalaman lini serang mereka.


Melihat perjalanan kedua tim yang beberapa kali harus berjuang hingga babak tambahan waktu, pertandingan semifinal ini diperkirakan kembali ditentukan oleh efektivitas penyelesaian peluang, ketahanan fisik, dan kemampuan menjaga fokus pada momen-momen krusial.(*)