lisensi

Minggu, 12 Juli 2026, Juli 12, 2026 WIB
Last Updated 2026-07-12T11:01:24Z
Kadisdikbud Kota Bandar Lampung Dr. M. Nur RamdhanPendidikan

Kadisdikbud M. Nur Ramdhan Datangi Rumah Dua Siswi SMPN 22 Bandarlampung Korban Kebakaran

Advertisement



Bandar Lampung (Pikiran Lampung) – Tumpukan puing dan sisa arang masih memenuhi sebuah rumah di Gang Cengkeh 5D, Kelurahan Gedong Meneng, Kecamatan Rajabasa, Minggu (12/7/2026). Rumah tersebut merupakan milik keluarga Faiza Fitri Syahrani, siswi kelas VIII SMP Negeri 22 Bandar Lampung, yang hangus dilalap api sehari sebelumnya.


Musibah itu tidak hanya menghanguskan bangunan rumah, tetapi juga seluruh harta benda milik keluarga, termasuk pakaian, buku pelajaran, seragam sekolah, hingga perlengkapan belajar Faiza dan adiknya, Assyfa, yang baru diterima sebagai siswa kelas VII SMPN 22 dan dijadwalkan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Senin (13/7/2026).


Sebagai bentuk kepedulian, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bandar Lampung, Dr. M. Nur Ramdhan, S.E., M.Acc., AAP., Ak., CA, turun langsung meninjau lokasi kebakaran.


Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Bandar Lampung, Hendri Irawan, M.Pd., Kepala SMPN 22 Bandar Lampung, Sriyati Djamsari, S.Pd., M.M., beserta keluarga besar SMPN 22 Bandar Lampung.


Selain memberikan dukungan moral kepada keluarga korban, rombongan juga menyerahkan santunan sebagai bentuk kepedulian terhadap musibah yang dialami kedua peserta didik tersebut.


Melihat kondisi rumah yang rata dengan tanah, Nur Ramdhan mengaku sangat prihatin. Ia menilai musibah yang dialami Faiza dan Assyfa bukan hanya soal kehilangan tempat tinggal, tetapi juga berpotensi mengganggu keberlangsungan pendidikan mereka.


"Saya sangat tersentuh karena tidak ada satu pun barang yang tersisa. Buku, seragam, hingga perlengkapan sekolah ikut hangus terbakar. Ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kepedulian terhadap sesama sangat dibutuhkan," ujarnya dengan mata berkaca-kaca.


Nur Ramdhan menegaskan Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Disdikbud akan memastikan kedua siswa tersebut tetap dapat melanjutkan pendidikan meski tengah menghadapi cobaan berat.


"Pendidikan mereka tidak boleh terhenti hanya karena musibah ini. Pemerintah akan hadir dan memberikan pendampingan agar mereka tetap dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar," tegasnya.


Tak hanya dari Disdikbud, keluarga besar SMPN 22 Bandar Lampung melalui bidang sosial juga menyerahkan bantuan berupa sembako dan uang tunai untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga korban.


Sementara itu, Kepala SMPN 22 Bandar Lampung, Sriyati Djamsari, mengatakan pihak sekolah telah membuka posko donasi bagi masyarakat yang ingin memberikan bantuan.


Menurutnya, seluruh perlengkapan sekolah milik Faiza maupun Assyfa habis terbakar sehingga keduanya membutuhkan dukungan untuk dapat kembali menjalani aktivitas belajar.


"Rumah yang terbakar merupakan tempat tinggal Faiza Fitri Syahrani, siswi kelas VIII, dan adiknya Assyfa yang merupakan siswa baru kelas VII serta dijadwalkan mengikuti MPLS pada Senin besok. Tidak ada satu pun barang yang tersisa. Semuanya hangus terbakar, termasuk seluruh perlengkapan sekolah mereka," ujar Sriyati.


Ia menjelaskan kebakaran terjadi pada Sabtu (11/7/2026) sekitar pukul 20.00 WIB di Gang Cengkeh 5D, Kelurahan Gedong Meneng, Kecamatan Rajabasa. Hingga kini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan dan belum diketahui secara pasti.


Sriyati berharap kepedulian masyarakat dapat membantu meringankan beban keluarga sekaligus mengembalikan semangat belajar kedua siswi tersebut.


"Kami tidak ingin musibah ini memutus semangat belajar anak-anak. Pendidikan mereka harus tetap berjalan, dan sekolah akan terus mendampingi hingga mereka bisa kembali belajar seperti biasa," tuturnya.


Pihak sekolah menyampaikan bahwa seluruh bantuan yang terkumpul akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga serta pengadaan kembali seragam, buku pelajaran, alat tulis, dan perlengkapan sekolah lainnya agar Faiza dan Assyfa dapat kembali mengikuti proses pendidikan tanpa hambatan.


Musibah ini menjadi pengingat bahwa kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat memiliki peran penting dalam memastikan hak pendidikan setiap anak tetap terpenuhi, meski di tengah cobaan yang berat.(Fatur)