lisensi

Senin, 27 Juli 2026, Juli 27, 2026 WIB
Last Updated 2026-07-27T17:59:29Z
EkonomiLampung Jadi Prcontohan NasionalPembangunan berbasis desa

Keren, Lampung Jadi Percontohan Nasional, Pembangunan Berbasis Desa

Advertisement



Bandarlampung (Pikiran Lampung)- Model program Pembangunan dari desa yang dilakukan oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djuasal dan Wagub Jihan yang didukung oleh Sekdaprov Marindo Kurniawan mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat.

 

Hal ini dikatakan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rahmat Pambudy.

Rahmat mengatakan,  pendekatan pembangunan berbasis desa yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Lampung akan menjadi model percontohan nasional.

 

"Kami menilai perencanaan pembangunan harus disusun berdasarkan kondisi riil di daerah, terutama dari tingkat desa," ujar Rahmat Pambudy di Bandarlampung, Jumat (25/7/2026).

 

Ia mengatakan, adanya identifikasi persoalan yang disampaikan Pemerintah Provinsi Lampung, menjadi modal penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan nasional.

 

"Dengan apa yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Lampung, Bappenas akan menjadikan pendekatan pembangunan berbasis desa di Lampung sebagai salah satu model perencanaan pembangunan," katanya.

 

Dia menjelaskan pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya tinggi, tetapi juga harus diikuti pemerataan kesejahteraan masyarakat sehingga dibutuhkan pendekatan pembangunan yang dimulai dari desa.

 

"Di Indonesia Timur ada daerah yang pertumbuhannya sampai 20 persen, tetapi pemerataannya rendah sekali. Kami tidak ingin seperti itu. Kami ingin pertumbuhan tinggi dan pemerataan juga tinggi. Caranya yakni dengan pelaksanaan hilirisasi berbasis pertanian," ucap dia.

 

Menurut Rahmat, pengembangan atau hilirisasi komoditas ubi kayu memiliki prospek strategis bagi masa depan Indonesia, termasuk sebagai bagian dari pengembangan energi terbarukan dan industri berbasis pertanian.

 

"Bappenas siap mempelajari seluruh usulan yang disampaikan Pemerintah Provinsi Lampung untuk dirumuskan menjadi solusi dan program pembangunan," tambahnya.

 

Tanggapan tambahan dikatakan oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal. Pemerintah Provinsi Lampung berupaya untuk mempercepat transformasi ekonomi desa.

 

"Program tersebut antara lain dengan pembangunan fasilitas produksi pupuk hayati cair di 2.500 desa, pembangunan pengering atau dryer hasil pertanian di 500 desa, peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui program vokasi, serta penguatan hilirisasi komoditas pertanian melalui Program Desa Ku Maju," ujar Mirza, panggilan akrabnya.

 

Melalui program tersebut, pemerintah daerah mendorong agar komoditas pertanian tidak lagi dijual dalam bentuk bahan mentah, melainkan diolah menjadi produk bernilai tambah di tingkat desa.

 

Ia mengungkapkan masih banyak komoditas unggulan Lampung yang belum diolah secara optimal. Dan kondisi tersebut menjadi peluang besar untuk meningkatkan nilai tambah melalui pengembangan industri pengolahan di daerah.

 

"Kami berharap Bappenas mendukung pengembangan kawasan industri pangan di Lampung sebagai pusat hilirisasi komoditas pertanian nasional. Langkah tersebut akan memperkuat nilai tambah produk pertanian, meningkatkan daya saing industri pengolahan, sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah," tambahnya. (ant/p1)