lisensi

Kamis, 23 Juli 2026, Juli 23, 2026 WIB
Last Updated 2026-07-23T14:13:10Z
Daerah

Pelajar Tenggelam di Curug Sri Rahayu Way Kanan, Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian

Advertisement



Way Kanan (Pikiran Lampung) – Tim SAR Gabungan masih melanjutkan upaya pencarian terhadap Windi Sulastri (17), seorang pelajar asal Kampung Sri Mukti, Kecamatan Lebak Peniangan, Kabupaten Way Kanan, yang dilaporkan tenggelam saat berenang di Curug Sri Rahayu, Talang Blawor, Desa Madang Jaya, Kecamatan Rebang Tangkas, Kabupaten Way Kanan.


Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (22/7) sore. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban bersama 10 rekannya berangkat menuju Curug Sri Rahayu sekitar pukul 14.15 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 14.53 WIB. Rombongan kemudian berenang di kawasan air terjun tersebut.


Saat asyik berenang, teman-teman korban tidak menyadari bahwa Windi berada di posisi paling belakang. Sekitar pukul 15.30 WIB, salah seorang rekannya menyadari korban sudah tidak terlihat. Pencarian awal sempat dilakukan oleh rekan-rekan korban dan warga sekitar, namun tidak membuahkan hasil.


Kepala Desa Madang Jaya kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung pada pukul 22.30 WIB untuk meminta bantuan operasi pencarian dan pertolongan.




Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Tulang Bawang diberangkatkan menuju lokasi kejadian dengan menempuh perjalanan sekitar 126 kilometer. Tim tiba di lokasi pada Kamis (23/7) dini hari dan langsung berkoordinasi dengan BPBD Way Kanan serta unsur SAR Gabungan.


Kepala Kantor Basarnas Lampung yang diwakili oleh Komandan Pos SAR Tulang Bawang Zian Fajri menyampaikan bahwa pada hari pertama operasi pencarian, Tim SAR Gabungan melakukan briefing sebelum melaksanakan pencarian melalui penyelaman di sekitar lokasi korban diduga tenggelam serta penyisiran sepanjang aliran sungai sejauh kurang lebih satu kilometer. 


"Selain itu, pemantauan visual juga dilakukan pada sejumlah titik yang dicurigai menjadi lokasi korban terbawa arus. Namun hingga pencarian dihentikan sementara pada Kamis sore, korban belum berhasil ditemukan.", ujar Zian.


Operasi pencarian menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Lokasi kejadian berada di kawasan hutan dengan akses yang cukup sulit sehingga hanya dapat dilalui kendaraan roda dua pada beberapa titik. Selain itu, minimnya jaringan komunikasi serta derasnya arus di dasar air terjun menyebabkan visibilitas penyelaman menjadi sangat terbatas.




Dalam operasi ini, Tim SAR Gabungan melibatkan personel dari Pos SAR Tulang Bawang, TNI/Polri, BPBD Kabupaten Way Kanan, keluarga korban, dan masyarakat setempat. Berbagai peralatan SAR dikerahkan, di antaranya dua unit kendaraan rescue, satu set perahu karet beserta motor tempel, dua set peralatan selam, perangkat komunikasi, alat pelindung diri, serta peralatan pendukung lainnya.


Tim SAR Gabungan dijadwalkan kembali melanjutkan pencarian pada Jumat (24/7) pagi dengan memperluas penyisiran di sepanjang aliran sungai, dengan harapan korban dapat segera ditemukan. (*)