lisensi

Kamis, 23 Juli 2026, Juli 23, 2026 WIB
Last Updated 2026-07-23T09:34:00Z
DaerahPemkab Way Kanan

Pemkab Way Kanan Peringati Hari Anak Nasional 2026, Perkuat Komitmen Penuhi Hak dan Lindungi Anak

Advertisement



Way Kanan (Pikiran Lampung) - Pemerintah Kabupaten Way Kanan menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tingkat Kabupaten Way Kanan Tahun 2026 di Lapangan Buway Pemuka, Pemkab Way Kanan, Kamis (23/07/2026). Peringatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjamin pemenuhan hak anak serta mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak sebagai generasi penerus bangsa.


Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setdakab, Selan S.Sos., M.M., betindak sebagai Pembina Upacara sekaligus membacakan amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Arifatul Choiri Fauzi.


Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa Hari Anak Nasional diperingati sebagai bentuk komitmen pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat untuk terus mengampanyekan pemenuhan ahak-hak anak, mulai dari hak untuk hidup, tumbuh, berkembang, berpartisipasi, hingga memperoleh perlindungan dari segala bentuk kekerasan, diskriminasi, eksploitasi, maupun perlakuan yang menghambat tumbuh kembang anak.


Mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026 menegaskan bahwa setiap anak merupakan pribadi yang memiliki hak, martabat, serta potensi yang harus dihormati dan dikembangkan. Anak bukan hanya objek pembangunan, tetapi juga subjek pembangunan yang berhak didengar pendapatnya sesuai dengan usia dan tingkat kematangannya.


Dalam amanat Menteri PPPA tersebut menegaskan bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama. Keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama, satuan pendidikan, masyarakat, dunia usaha, media massa, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh adat, akademisi, hingga pemerintah pusat dan daerah memiliki peran yang sama penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan, perundungan, eksploitasi, perkawinan anak, maupun ancaman di ruang digital.


“Mari Kita jadikan Hari Anak Nasional sebagai penguat komitmen bersama untuk menghadirkan lingkungan yang aman, ramah, dan berpihak kepada anak. Setiap anak berhak hidup, tumbuh, berkembang, berpartisipasi, serta memperoleh perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi. Melindungi anak hari ini berarti menyiapkan generasi unggul yang akan membawa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Selan.


Peringatan HAN Tahun 2026 juga menjadi bagian dari implementasi Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (Gernas #RANA) yang mengintegrasikan berbagai upaya pencegahan kekerasan terhadap anak, pemenuhan hak anak, penguatan keluarga, peningkatan partisipasi anak, penguatan peran masyarakat, keamanan ruang digital, serta respons cepat terhadap berbagai bentuk kekerasan yang dialami anak.


Selain itu pemerintah juga menggaungkan kampanye BERLIAN (Bersama Lindungi Anak) sebagai gerakan kolaboratif yang mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama membangun budaya perlindungan anak melalui semangat gotong royong. Sejalan dengan semangat tersebut, tagline “Sayang Anak Sayang Indonesia” diharapkan mampu memperkuat kesadaran bahwa investasi terbaik bangsa adalah memastikan setiap anak Indonesia tumbuh sehat, bahagia, cerdas, berkarakter, dan terlindungi.


Dalam amanat tersebut juga disampaikan bahwa penyelenggaraan Hari Anak Nasional berlandaskan lima prinsip utama, yakni ramah anak, desentralisasi, apresiatif, partisipatif dan kolaboratif, serta berdampak nyata bagi pemenuhan hak dan perlindungan anak. Nilai-nilai tesebut diharapkan menjadi pedoman dalam setiap program pembangunan yang berkaitan dengan anak, baik di tingkat pusat maupun daerah.


Melalui peringatan HAN Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Way Kanan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program pemenuhan hak dan perlindungan anak melalui penguatan kebijakan, peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan peran keluarga, satuan pendidikan, serta kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan Kabupaten Way Kanan yang samakin layan anak.


Peringatan Hari Anak Nasional diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian seluruh masyarakat terhadap pentingnya menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan, sehingga anak-anak Kabupaten Way Kanan dapat tumbuh menjadi generasi sehat, cerdas, berakhlak mulia, serta menyongsong terwujudnya Indonesia Emas 2045 dan Way Kanan Mandiri dan Sejahtera.(kmf/maria).