Advertisement
Bandar Lampung (Pikiran Lampung) – Institut Teknologi Sumatera (Itera) menerima kunjungan kerja Anggota Komisi XII DPR RI, Putri Zulkifli Hasan, pada Senin (27/7/2026). Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Rektor Itera Prof. Dr. Apt. Elfahmi, S.Si., M.Si., bersama jajaran pimpinan kampus untuk memperkenalkan berbagai inovasi di bidang energi baru terbarukan (EBT), termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Integrated Waste and Agro Center Itera (IWACI).
Dalam kunjungan tersebut, Putri Zulkifli Hasan mengapresiasi Itera sebagai salah satu perguruan tinggi yang menjadi pelopor pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia. Menurutnya, keberadaan PLTS dan berbagai riset energi yang dikembangkan kampus menjadi langkah nyata yang perlu didukung guna mempercepat transisi energi nasional.
Kunjungan Putri disambut oleh Rektor Itera Prof. Dr. Apt. Elfahmi, S.Si., M.Si., didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Ir. Hadi Teguh Yudistira, S.T., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Ir. M. Bobby Rahman, S.T., M.Si. (Han)., Ph.D., serta jajaran pimpinan, dekan, kepala biro, dan dosen.
Selama berada di kampus, Putri meninjau langsung Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Itera dan Integrated Waste and Agro Center Itera (IWACI) yang menjadi pusat pengelolaan sampah terpadu sekaligus pengembangan inovasi lingkungan.
"Saya tertarik mengunjungi Itera karena telah memiliki laboratorium PLTS dan memanfaatkan panel surya sebagai sumber energi listrik kampus. Ini merupakan terobosan yang dapat menjadi contoh bagi perguruan tinggi hingga sekolah di Indonesia," ujar Putri.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mempercepat transisi energi nasional. Energi listrik berbasis sumber energi terbarukan diyakini akan menjadi tulang punggung sistem energi Indonesia di masa depan sehingga pengembangan PLTS di lingkungan kampus perlu terus didorong.
Ia juga menilai Indonesia memiliki potensi energi surya yang sangat besar, termasuk di Provinsi Lampung. Karena itu, pemerintah terus mendorong percepatan pengembangan PLTS melalui berbagai program agar sektor industri, perguruan tinggi, hingga institusi pendidikan dapat menjadi pelopor pemanfaatan energi surya.
Pada kesempatan tersebut, Rektor Itera Prof. Elfahmi memperkenalkan berbagai inovasi yang dikembangkan kampus di bidang energi baru terbarukan. Ia menjelaskan bahwa sejak 2020 Itera mengoperasikan PLTS berkapasitas 1 megawatt peak (MWp) yang hingga kini menjadi salah satu laboratorium PLTS terbesar di lingkungan perguruan tinggi di Indonesia.
Selain itu, Itera juga mengembangkan Integrated Waste and Agro Center Itera (IWACI) sebagai pusat pengelolaan sampah terpadu yang mendukung penerapan konsep ekonomi sirkular.
Prof. Elfahmi turut memaparkan sejumlah riset strategis yang tengah dikembangkan, di antaranya kerja sama dengan PT Pertamina dalam pemanfaatan bonggol ubi kayu menjadi etanol, serta pengembangan berbagai prototipe energi terbarukan yang dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan dan penelitian.
"Kami berharap pengembangan PLTS di Itera dapat terus ditingkatkan sehingga mampu memenuhi kebutuhan energi listrik kampus secara lebih luas. Itera juga sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan Komisi XII DPR RI dalam pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia," ujarnya.
Dalam peninjauan tersebut, Penanggung Jawab Operasional PLTS Itera, Gde KM Atmajaya, S.T., M.T., menjelaskan PLTS berkapasitas 1 MWp itu dibangun di atas lahan sekitar satu hektare dengan 3.036 modul surya berkapasitas 350 watt-peak. Saat ini, fasilitas tersebut menyuplai kebutuhan listrik bagi lima gedung perkuliahan sekaligus menjadi laboratorium untuk pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia di bidang energi surya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Itera, Ir. Hadi Teguh Yudistira, S.T., Ph.D., menyampaikan bahwa penguatan riset energi di Itera juga dilakukan melalui kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam pemetaan potensi energi baru terbarukan di Kepulauan Bangka Belitung, serta kerja sama dengan sejumlah perusahaan di Jepang untuk pengembangan teknologi energi bersih.(ria wahyuni)