Advertisement
Lampung Tengah (Pikiran Lampung) – Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam meningkatkan akses pendidikan kembali dibuktikan melalui pelaksanaan Sosialisasi SMA Terbuka (SMATER) yang digelar di Lantai 3 Gedung SMA Negeri 1 Terusan Nunyai, Kamis (16/7/2026), mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting karena SMA Negeri 1 Terusan Nunyai resmi dipercaya menjadi Induk Sekolah SMA Terbuka (SMATER) Tahun Ajaran 2026/2027. Program ini diharapkan menjadi solusi nyata bagi anak-anak yang putus sekolah agar dapat kembali melanjutkan pendidikan hingga jenjang SMA.
Acara dihadiri oleh Camat Terusan Nunyai Andri Yulizar, S.E., M.M., para Kepala Kampung se-Kecamatan Terusan Nunyai, Komite Sekolah, Kapolsek Terusan Nunyai yang diwakili Kanit Binmas, Babinsa, I Made Sulatra selaku Perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, serta Kepala SMA Negeri 1 Terusan Nunyai, Dra. Ratnawati, M.Pd.
Dalam sambutannya, Dra. Ratnawati, M.Pd. menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Lampung kepada SMAN 1 Terusan Nunyai sebagai Induk Sekolah SMA Terbuka.
"Terima kasih saya ucapkan kepada Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pendidikan atas kepercayaan kepada sekolah kami yang dipilih sebagai Induk Sekolah SMA Terbuka ini," ujar Ratnawati.
Ia menilai program SMA Terbuka merupakan langkah strategis pemerintah dalam memberikan kesempatan kedua bagi anak-anak yang terpaksa berhenti sekolah karena berbagai faktor, baik ekonomi, pekerjaan, maupun kondisi sosial lainnya.
Ratnawati juga mengajak seluruh unsur pemerintah, mulai dari tingkat kecamatan hingga RT, untuk bersama-sama menyebarluaskan informasi mengenai program tersebut kepada masyarakat.
"Dalam hal ini saya mohon kerja samanya, Pak Camat, untuk bisa membantu kami mensosialisasikan kabar baik ini sampai tingkat RT agar tidak ada lagi anak-anak kita yang putus sekolah," harapnya.
Program Fleksibel, Gratis, dan Tanpa Mengganggu Aktivitas
Berdasarkan materi sosialisasi yang disampaikan, SMA Terbuka (SMATER) merupakan layanan pendidikan yang dirancang khusus bagi masyarakat yang tidak dapat mengikuti pembelajaran reguler setiap hari.
Program ini diperuntukkan bagi:
Anak Tidak Sekolah (ATS),Anak Putus Sekolah (APS),Lulusan SMP/MTs/Paket B yang belum melanjutkan pendidikan,Usia sekitar 15–21 tahun.
Sistem pembelajarannya jauh lebih fleksibel dengan mengombinasikan tatap muka terbatas, pembelajaran mandiri (daring), serta belajar secara mandiri menggunakan modul. Peserta didik juga memperoleh pendampingan dari guru dan tutor sehingga tetap mendapatkan kualitas pembelajaran yang baik.
Persyaratan pendaftaran meliputi:
Fotokopi Akta Kelahiran,Fotokopi Kartu Keluarga atau Domisili,Fotokopi Ijazah SMP/MTs/Paket B,Pas foto ukuran 3×4 sebanyak empat lembar,Mengisi formulir pendaftaran.
Menandatangani surat pernyataan.
Pendaftaran dibuka pada 20 Juli hingga 13 Agustus 2026, dilanjutkan proses seleksi, pengumuman, daftar ulang, MPLS, hingga mulai belajar pada 24 Agustus 2026.
Yang paling menarik perhatian masyarakat adalah program ini tidak dipungut biaya (gratis). Tersedia 15 Mata Pelajaran Dalam SMA Terbuka, peserta akan mempelajari 15 mata pelajaran, yaitu: Bahasa Lampung, Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila, Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, PJOK, Seni dan Prakarya, Sejarah, Geografi, Ekonomi, Sosiologi, Informatika, Kimia, Biologi.
Harapan Baru Mengurangi Angka Putus Sekolah
Kehadiran SMA Terbuka di Kecamatan Terusan Nunyai disambut positif oleh berbagai pihak. Program ini dinilai menjadi harapan baru bagi anak-anak yang sempat kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan.
Melalui dukungan pemerintah daerah, aparat kecamatan, pemerintah kampung, hingga para ketua RT, diharapkan informasi mengenai SMA Terbuka dapat menjangkau seluruh masyarakat sehingga tidak ada lagi anak-anak yang berhenti sekolah hanya karena keterbatasan ekonomi, pekerjaan, maupun kondisi lainnya.
Dengan ditunjuknya SMA Negeri 1 Terusan Nunyai sebagai Induk Sekolah SMA Terbuka, Pemerintah Provinsi Lampung menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan merata. Kini, kesempatan untuk meraih ijazah SMA dan mengejar cita-cita kembali terbuka bagi seluruh generasi muda yang sebelumnya sempat terhenti langkah pendidikannya.(Joe)