lisensi

Kamis, 16 Juli 2026, Juli 16, 2026 WIB
Last Updated 2026-07-17T04:19:04Z
Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan

Sekdaprov Marindo Sampaikan ASN Harus Jadi Motor Penggerak Penguatan Koperasi dan Ekonomi Daerah

Advertisement



Bandar Lampung (Pikiran Lampung) – Pemerintah Provinsi Lampung mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi berlandaskan semangat gotong royong dan kekeluargaan untuk mendukung program strategis nasional. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menegaskan Aparatur Sipil Negara (ASN) harus mengambil peran aktif sebagai motor penggerak perubahan, inovasi, dan pelayanan yang profesional guna memperkuat pembangunan ekonomi daerah melalui koperasi.


Menurut Marindo, sinergi yang dibangun pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan sejalan dengan nilai-nilai luhur koperasi dan diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Di antaranya mempercepat hilirisasi komoditas unggulan daerah, meningkatkan produktivitas ekonomi, serta mewujudkan kesejahteraan yang lebih merata.


"Kolaborasi yang kuat menjadi kunci untuk mengoptimalkan seluruh potensi daerah dalam menghadapi tantangan pembangunan dan dinamika ekonomi global," ujarnya saat membacakan sambutan tertulis Menteri Koperasi Republik Indonesia, Dr. Ferry Juliantono, S.E., Ak., M.Si., pada upacara peringatan Hari Koperasi ke-79 di Lapangan Korpri, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Jumat (17/7/2026).


Marindo mengatakan, di tengah ketidakpastian global, Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong optimalisasi seluruh sumber daya daerah sebagai modal utama pembangunan, khususnya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pemanfaatan teknologi melalui kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dan sektor swasta juga terus diperkuat guna meningkatkan daya saing daerah.


Hal tersebut sejalan dengan tema Hari Koperasi ke-79, "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya", yang menekankan pentingnya kolaborasi, inovasi, dan pelayanan profesional sebagai fondasi transformasi koperasi menjadi instrumen strategis pembangunan ekonomi rakyat.


Dalam kesempatan itu, pemerintah juga menegaskan komitmennya memperkuat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai garda terdepan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Koperasi di tingkat desa tersebut diarahkan untuk mengembangkan sektor riil yang manfaatnya langsung dirasakan warga, mulai dari memotong rantai distribusi sehingga harga lebih terjangkau, memperluas pemasaran produk lokal, hingga menyediakan layanan ekonomi dan akses pembiayaan yang lebih mudah.


Selain itu, koperasi juga didorong memasuki sektor-sektor produktif yang mampu menjadi motor industrialisasi rakyat. Beberapa bidang usaha yang dikembangkan meliputi pengelolaan energi dan infrastruktur, seperti Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBU-N) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), hilirisasi komoditas kelapa sawit melalui pengolahan produk bernilai tambah, hingga pengembangan ekonomi kreatif dan digital yang mewadahi generasi muda melalui koperasi game, perfilman, komunitas kreatif, petani milenial, dan perusahaan rintisan (startup).


Melalui birokrasi yang adaptif, kebijakan yang tepat sasaran, serta modernisasi koperasi, Pemerintah Provinsi Lampung optimistis perekonomian daerah akan semakin tangguh, mandiri, dan mampu menghadapi berbagai tantangan global. (Salsabila)