lisensi

Kamis, 13 Agustus 2026, Agustus 13, 2026 WIB
Last Updated 2026-08-13T16:12:30Z

Dari Lampung, Paris hingga Jakarta: Prof. Warsito Didorong Kembali Membangun Universitas Lampung

Advertisement

 



JAKARTA (Pikiran Lampung) — Pengalaman memimpin di Universitas Lampung (Unila), membangun jejaring pendidikan dan kebudayaan Indonesia di Paris, hingga mengoordinasikan kebijakan pembangunan manusia di tingkat nasional dinilai menjadi modal penting bagi Prof. Warsito, Ph.D. untuk kembali mengabdi dan berkontribusi bagi kemajuan Universitas Lampung.


Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan Prof. Warsito, yang saat ini menjabat Deputi IV Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), dengan sejumlah guru besar dan dosen Universitas Lampung di Jakarta.


Rombongan yang dipimpin Prof. Mustofa Usman, Ph.D. tersebut menyampaikan aspirasi sivitas akademika Unila sekaligus dukungan dari lebih dari 20 anggota Senat Universitas Lampung agar Prof. Warsito berkenan mulang tiyuh dan kembali mengabdi di kampus yang menjadi bagian dari perjalanan akademiknya.


Para utusan menilai Unila membutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya memahami dinamika internal perguruan tinggi, tetapi juga memiliki pengalaman dalam membangun jejaring nasional dan internasional. Prof. Warsito dinilai memiliki kombinasi pengalaman tersebut.


Di lingkungan Unila, Prof. Warsito pernah dipercaya sebagai Ketua Jurusan Fisika FMIPA, Dekan FMIPA, hingga Ketua Senat Universitas Lampung. Ia juga telah mencapai jabatan akademik tertinggi sebagai guru besar selama 13 tahun.


Pengalamannya kemudian berkembang melalui berbagai penugasan di luar kampus, salah satunya sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di Paris. Selama berada di Prancis, Prof. Warsito terlibat dalam penguatan hubungan pendidikan, kebudayaan, riset, serta jejaring akademik antara Indonesia dan Prancis.


Saat ini, pengalaman tersebut terus berlanjut melalui tugasnya sebagai Deputi IV Kemenko PMK yang menangani bidang Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa.


Para utusan menilai pengalaman serta jejaring yang dimiliki Prof. Warsito dapat menjadi energi baru bagi Unila untuk memperkuat posisi sebagai salah satu perguruan tinggi unggulan di tingkat nasional sekaligus meningkatkan konektivitas dengan dunia internasional.


Keterlibatan Prof. Warsito dalam pengembangan Unila juga terus berjalan. Salah satu gagasan yang didorong adalah pengembangan Cassava Centre bersama Bappenas dan Pemerintah Provinsi Lampung sebagai center of excellence berbasis singkong.


Pusat unggulan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ikon Unila, tetapi juga menjadi simpul integrasi antara pendidikan, penelitian, inovasi, hilirisasi, industri, dan pemberdayaan masyarakat. Di sisi lain, keberadaan Cassava Centre diharapkan turut memperkuat identitas Lampung sebagai salah satu sentra singkong nasional.


Menanggapi aspirasi tersebut, Prof. Warsito menyatakan kesediaannya apabila kepercayaan tersebut benar-benar merupakan amanah bersama dan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.


“Apabila benar ini merupakan amanah yang lahir dari harapan bersama untuk kemajuan Universitas Lampung, maka dengan mengucapkan Bismillaahirrahmaanirrahiim, saya menyatakan siap menunaikan amanah ini,” ujar Prof. Warsito.


Ia menegaskan, Universitas Lampung merupakan bagian penting dari perjalanan pengabdiannya.


“Universitas Lampung adalah rumah asal saya. Ke mana pun saya mengemban amanah, hati dan pengabdian saya tidak pernah jauh dari kampus tercinta kita, Unila. Jika Allah SWT meridai dan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, saya siap mempersembahkan seluruh pengalaman, jejaring, dan kemampuan yang saya miliki demi kemajuan Universitas Lampung,” lanjutnya.


Prof. Warsito juga menekankan bahwa pengalaman dan kapasitas seorang individu akan memiliki makna lebih besar apabila dipadukan dengan kekuatan kolektif seluruh keluarga besar universitas.


“Unila harus dibangun dengan kolaborasi, integritas, dan budaya akademik yang kuat. Kita ingin Unila menjadi pusat ilmu pengetahuan, inovasi, dan pengabdian yang memberikan dampak nyata bagi Lampung, Indonesia, dan masyarakat global,” katanya.


Pertemuan di Jakarta tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Aspirasi yang disampaikan para utusan menjadi pesan bahwa pengalaman yang diperoleh di tingkat nasional dan internasional dapat kembali menjadi kekuatan bagi kampus tercinta untuk melangkah lebih jauh.


Dengan dukungan kolaborasi dan pengalaman yang dimiliki, Unila diharapkan mampu terus berkembang menjadi perguruan tinggi yang unggul, berintegritas, mandiri, serta memiliki daya saing global. (Fauzi)