lisensi

Jumat, 14 Agustus 2026, Agustus 14, 2026 WIB
Last Updated 2026-08-15T04:28:27Z
Gempa NTTNasional

Gempa M 7,7 Guncang NTT, Getaran Terasa hingga Lombok dan Picu Peringatan Tsunami

Advertisement



Mataram (Pikiran Lampung) - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 05.58 WITA. Gempa dangkal yang berpusat di laut utara Nagekeo tersebut memicu peringatan dini tsunami dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).


Guncangan kuat tidak hanya dirasakan masyarakat di Flores, tetapi juga hingga Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sejumlah warga yang baru selesai menunaikan salat Subuh maupun tengah bersiap memulai aktivitas pagi berhamburan keluar rumah.


BMKG mencatat pusat gempa berada di laut, sekitar 30 kilometer sebelah utara Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT. Episentrum gempa berada pada koordinat 8,41 derajat Lintang Selatan dan 121,39 derajat Bujur Timur dengan kedalaman 15 kilometer.


Besarnya kekuatan gempa dan lokasi episentrum yang berada di laut membuat BMKG menerbitkan Peringatan Dini Tsunami (PD) hingga pukul 07.03 WITA.


Ancaman tsunami mencakup sejumlah wilayah pesisir di Indonesia timur, termasuk NTT, Sulawesi Selatan, NTB, hingga Sulawesi Tenggara.


Sebelumnya, BMKG menerbitkan Peringatan Dini Tsunami 1 setelah gempa awal terdeteksi berkekuatan M 7,0 dengan status Waspada untuk wilayah Ngada bagian utara.


Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, membenarkan adanya pemutakhiran data BMKG yang menetapkan kekuatan gempa menjadi M 7,7 serta adanya potensi tsunami di pesisir utara.


Di NTT, status Siaga Tsunami ditetapkan untuk lima wilayah pesisir utara, yakni:


Manggarai bagian utara, Ngada bagian utara, Manggarai Barat bagian utara, Ende bagian utara, Sikka bagian utara. Sementara di Sulawesi Selatan, status Siaga mencakup Kabupaten Selayar, Jeneponto, dan Bantaeng.


Kenaikan muka air laut akibat gempa juga telah terdeteksi di sejumlah lokasi pemantauan BMKG. Di antaranya:


Labuan Bajo, NTT: 0,36 meter, Sikka, NTT: 0,19 meter, Dompu, NTB: 0,17 meter, Warga Mataram Berhamburan Keluar Rumah


Meski pusat gempa berada di wilayah Nagekeo, guncangan kuat turut membuat warga di Kota Mataram, Lombok, panik. Sejumlah warga di Kompleks Perumahan Puri Anggrek, Mataram, berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.


BMKG melaporkan guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah, mulai dari Pulau Flores, sebagian Pulau Sumba, Adonara, Solor, hingga Lombok.


Hingga sekitar pukul 07.02 WITA, gempa susulan (aftershocks) masih terjadi di sekitar wilayah pusat gempa.


BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di kawasan pesisir dengan status Siaga Tsunami, untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta segera menjauhi pantai dan menuju lokasi yang lebih tinggi.


Masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya dan mengikuti perkembangan situasi melalui kanal resmi BMKG.(*)