Advertisement
Bandarlampung (Pikiran Lampung)- Program swasembada pangan terus digalakkan oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal dan Wagub Jihan dengan didukung penuh oleh Sekdaprov Marindo Kurniawan.
Peningkatan bidang pertanian ini, peningkatan sektor
irigasi, ketersediana pupuk serta alat pertanian yang modern di seluruh wilayah
Sai Bumi Ruwa Jurai.
Dampak dari program nyata Gubernur Mirza ini mulai
terlihat nyata, kesejahteraan petnai meningkat dan lahan pertanian terus
bertambah.
Dimana, realisasi luas tambah tanam (LTT) padi di Provinsi
Lampung hingga Juli 2026 mencapai 439.660 hektare sebagai upaya meningkatkan
produksi padi guna mendukung swasembada pangan.
"Sedang target luas tambah tanam padi di Provinsi
Lampung selama 2026 ini mencapai 559.403 hektare," ujar Pelaksana Tugas
(Plt) Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Lampung Endro
Gunawan di Bandarlampung, Selasa (11/8/2026).
Ia mengatakan dari target sebanyak 559.403 hektare
tersebut, realisasi luas tambah tanam padi Lampung sejak Januari-Juli 2026
sudah mencapai 78,59 persen atau telah mencapai luas 439.660 hektare.
"Melalui luas tambah tanam ini, kami memantau progres
produksi pertanian di Lampung dalam rangka mendukung swasembada pangan. Progres
sejak Januari bervariatif ada yang di atas 85 persen dan ada yang di bawah itu
tepatnya di Juli, tapi nanti akan ditingkatkan kembali," katanya.
Dia menjelaskan terdapat tantangan dalam pelaksanaan luas
tambah tanam padi di Agustus yang harus diantisipasi, yakni dengan adanya musim
kemarau yang mulai berlangsung.
"Lampung selalu mendapatkan tambahan target, dan di
Agustus tahun ini mengalami kemarau, sedangkan tahun lalu masih ada hujan,
sebab kemarau basah. Sehingga di periode ini harus bekerja keras terutama di
Oktober-November untuk mencapai target yang telah ditetapkan," ucap dia.
Ia melanjutkan langkah mitigasi yang dilakukan yakni
dengan menyediakan irigasi perpipaan, irigasi perpompaan dan sebagainya sebagai
salah satu upaya untuk memastikan luas tambah tanam padi dan produksi di 2026
terjaga.
"Nanti di Oktober-November saat mulai hujan, produksi
akan dikejar dan untuk saat ini sudah disiapkan langkah mitigasi, dengan mulai
ditanamnya padi gogo, menjadi salah satu upaya untuk tetap menjaga
produktivitas. Karena sekarang petani sedang semangat menanam sebab nilai
jualnya menguntungkan," tambahnya.
Secara rinci target luas tambah tanam Lampung di
Januari-Juli 2026 per bulan yakni di Januari dengan target 92.836 hektare
realisasi 97,36 persen atau memiliki luas mencapai 90.384 hektare, Februari
target 58.904 hektare realisasi 85,20 persen atau tercapai 50.185 hektare.
Lalu Maret target 48.535 hektare realisasi 37.345 hektare atau 76,94 persen, April target 79.796 hektare realisasi 65.200 hektare atau 81,71 persen, Mei target 126.984 hektare realisasi 62,66 persen atau berjumlah 79.569 hektare, Juni target 94.166 hektare realisasi 80.220 hektare atau 85,17 persen, dan di Juli dari target 58.160 hektare terealisasi 63,19 persen atau berjumlah 36.754 hektare.
(Ria Wahyuni/Ant)