lisensi

Rabu, 26 Agustus 2026, Agustus 26, 2026 WIB
Last Updated 2026-08-26T10:49:47Z
Lomba Desain Logo dan Maskot PORNASPendidikan

Karya Juara Lomba Logo dan Maskot PORNAS KORPRI XVIII 2027 Diusulkan ke Gubernur Lampung

Advertisement




Bandar Lampung (Pikiran Lampung) - Tiga karya terbaik dalam Lomba Desain Logo dan Maskot Pekan Olahraga Nasional (PORNAS) Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) XVIII Tahun 2027 mendapat apresiasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung.


Hadiah kepada para pemenang diserahkan langsung oleh Kepala Disdikbud Provinsi Lampung Thomas Amirico, S.STP., M.H., dalam acara yang berlangsung di Ruang Kepala Disdikbud Provinsi Lampung, Rabu (26/8/2026).


Tiga pelajar yang berhasil meraih penghargaan tersebut yakni Dimas Adiwinata Pratama dari SMKN 4 Bandar Lampung sebagai Juara 1, Putri Nasya Rahmawati Wati dari SMAN 1 Tulang Bawang Tengah sebagai Juara 2, dan Ellya Najwa Ramadhani dari SMAN 10 Bandar Lampung sebagai Juara 3.


Penyerahan hadiah turut dihadiri Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Provinsi Lampung Dra. Heni Astuti, M.IP.


Thomas mengatakan, lomba tersebut tidak hanya menjadi ajang untuk mengukur kreativitas pelajar, tetapi juga memberikan kesempatan bagi karya siswa Lampung untuk berkontribusi dalam agenda olahraga berskala nasional.


“Hasil lomba ini, juara 1, 2 dan 3 akan kami usulkan kepada Bapak Gubernur Lampung. Nantinya akan dipilih satu desain terbaik untuk ditetapkan sebagai logo dan maskot resmi PORNAS KORPRI XVIII se-Indonesia Tahun 2027 yang akan dilaksanakan di Provinsi Lampung sebagai tuan rumah,” ujar Thomas.


Ia mengapresiasi seluruh peserta yang telah mengikuti proses lomba hingga menghasilkan karya-karya kreatif. Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan bahwa pelajar Lampung memiliki potensi besar untuk bersaing dan menghasilkan karya yang bernilai.


“Terima kasih kepada anak-anak yang sudah juara. Ini adalah bentuk nyata kreativitas kalian dan menjadi motivasi bagi pelajar lain di seluruh Lampung untuk terus berkarya,” katanya.


Thomas juga berpesan kepada para juara agar tidak berhenti setelah memperoleh prestasi di tingkat provinsi. Ia mendorong para siswa untuk terus mengasah kemampuan, mengikuti berbagai kompetisi, serta melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.


“Jadilah anak yang cerdas dan berprestasi agar menjadi kebanggaan orang tua, sekolah, dan negara. Ingat, prestasi ini adalah awal, bukan akhir,” pesannya.


Menurut Thomas, pengalaman mengikuti lomba dapat menjadi modal penting bagi siswa untuk membangun portofolio ketika melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.


“Gunakan momentum ini. Jadikan karya kalian sebagai portofolio saat mendaftar kuliah atau kerja. Ini bukti bahwa kalian sudah punya pengalaman di event nasional,” ujarnya.


Ia juga mendorong para pelajar untuk terus mengembangkan keterampilan di bidang kreatif dan memanfaatkan berbagai peluang pendidikan.


“Jangan berhenti berkarya setelah ini. Masuk kuliah, ikut UKM desain, ikut lomba lagi. Asah terus skill kalian, karena industri kreatif masa depan butuh tangan-tangan muda kreatif dari Lampung,” kata Thomas.


Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Provinsi Lampung, Dra. Heni Astuti, M.IP., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat dan kreativitas.


Menurutnya, keterlibatan pelajar SMA dan SMK dalam lomba desain logo dan maskot PORNAS KORPRI menjadi momentum positif untuk mendorong generasi muda Lampung semakin berani berkarya dan berprestasi.


Dengan Lampung menjadi tuan rumah PORNAS KORPRI XVIII Tahun 2027, tiga karya terbaik tersebut selanjutnya akan diusulkan kepada Gubernur Lampung untuk dipertimbangkan. Satu karya terbaik nantinya diharapkan dapat ditetapkan sebagai logo dan maskot resmi PORNAS KORPRI XVIII Tahun 2027.


Jika terpilih, karya tersebut akan menjadi bagian dari identitas perhelatan olahraga nasional sekaligus menjadi kebanggaan bagi pelajar yang menciptakannya serta membawa nama Lampung di tingkat nasional.(ichwan)