Advertisement
Bandar Lampung (Pikiran Lampung) - Halaman SMPN 4 Bandar Lampung dipenuhi suasana religius dan penuh kekhusyukan saat sekolah tersebut menggelar Safari Dakwah dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Kamis (13/8/2026) pagi.
Kegiatan yang menghadirkan pendakwah kondang Habib Ahmad Al Habsyi itu diikuti para guru, siswa, wali murid, serta tamu undangan. Mengangkat tema “Waqaf One Family One Quran”, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur'an sekaligus memperkuat pendidikan karakter dan keagamaan para siswa.
Kepala SMPN 4 Bandar Lampung, Trans Kasiono, M.Pd., mengatakan kegiatan Safari Dakwah tidak hanya ditujukan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi sarana pembinaan spiritual bagi para siswa.
“Maulid Nabi ini kami jadikan momentum untuk mengajak anak-anak lebih mencintai Rasulullah SAW, mencintai Al-Qur'an, serta semakin dekat dengan nilai-nilai agama. Pendidikan bukan hanya tentang kecerdasan akademik, tetapi juga bagaimana membentuk akhlak dan karakter anak,” ujar Trans Kasiono.
Menurutnya, keterlibatan orang tua dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian penting dalam membangun pendidikan yang berkesinambungan antara sekolah dan keluarga.
“Kami ingin gerakan One Family One Quran ini tidak berhenti di sekolah. Kami berharap setiap keluarga dapat memiliki dan membaca Al-Qur'an bersama, sehingga kebiasaan baik ini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak-anak,” katanya.
Selain tausiyah, kegiatan juga diisi dengan sedekah dan wakaf Al-Qur'an yang dikumpulkan dari para guru, orang tua, dan siswa. Wakaf tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan sekolah.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Habib Ahmad Al Habsyi mengajak para siswa untuk menjadikan masa sekolah sebagai kesempatan memperbanyak ilmu dan memperbaiki diri.
Ia berpesan agar para siswa tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga memperkuat ilmu agama dan akhlak.
“Jangan hanya ingin menjadi anak yang pintar, tetapi jadilah anak yang baik. Kepintaran tanpa akhlak tidak akan membawa kita kepada kemuliaan,” pesan Habib Ahmad.
Ia juga mengingatkan para siswa agar tidak melupakan jasa kedua orang tua. Menurutnya, ridha Allah SWT sangat erat kaitannya dengan bagaimana seorang anak memperlakukan kedua orang tuanya.
“Kalau ingin hidup kalian dimudahkan, jangan sakiti hati ibu dan ayah. Selagi mereka masih ada, bahagiakan mereka, hormati mereka, dan minta doa dari mereka,” tuturnya.
Habib Ahmad juga mengajak para siswa untuk menjadikan Al-Qur'an sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan sekadar kitab yang dibaca pada waktu tertentu.
“Jangan sampai Al-Qur'an hanya ada di rumah, tetapi tidak pernah dibuka. Al-Qur'an harus dibaca, dipahami, dan diamalkan. Kalau satu keluarga dekat dengan Al-Qur'an, insyaallah rumah itu akan dipenuhi keberkahan,” ujarnya.
Dalam sesi renungan, Habib Ahmad mengajak para siswa mengingat kembali berbagai kesalahan yang pernah dilakukan, terutama kepada orang tua, guru, dan orang-orang di sekitar mereka.
Suasana halaman sekolah pun berubah menjadi haru. Sejumlah siswa tampak meneteskan air mata saat mengikuti renungan dan mengingat kesalahan maupun dosa yang pernah dilakukan.
“Kalau hari ini kita masih diberi kesempatan untuk menangis dan meminta ampun, itu adalah nikmat. Jangan tunggu nanti untuk berubah. Mulailah hari ini menjadi anak yang lebih baik, lebih rajin belajar, lebih taat kepada Allah dan lebih sayang kepada orang tua,” pesan Habib Ahmad.
Para siswa tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Di penghujung acara, Habib Ahmad Al Habsyi juga memberikan hadiah Al-Qur'an kepada sejumlah siswa yang beruntung.
Kepala SMPN 4 Bandar Lampung berharap pesan-pesan yang disampaikan dalam Safari Dakwah tersebut dapat menjadi bekal bagi para siswa.
“Harapan kami, setelah kegiatan ini anak-anak tidak hanya mendapatkan pengalaman mendengarkan ceramah, tetapi benar-benar membawa pulang pesan untuk memperbaiki diri, rajin membaca Al-Qur'an, menghormati orang tua dan guru, serta menjadi generasi yang berakhlak mulia,” pungkasnya.(rahmadi)