lisensi

Sabtu, 12 September 2026, September 12, 2026 WIB
Last Updated 2026-09-13T02:11:02Z
Hukum

Info Hari Kelima, Perairan 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapala di Selat Sunda, Tim Temukan Satu Jeriken

Advertisement



Banten (Pikiran Lampung) – Tim SAR Gabungan kembali melakukan pencarian terhadap delapan orang yang masih hilang kontak setelah speed boat yang mereka tumpangi dilaporkan hilang di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.


Memasuki hari kelima operasi SAR, Sabtu (12/9), pencarian dilakukan secara masif dengan membagi wilayah operasi menjadi enam sektor laut, yakni Sektor T, U, Z, W, X, dan Y. Total luas area pencarian melalui jalur laut mencapai sekitar 2.537 NM², sementara dukungan pencarian dari udara dilakukan pada area seluas 2.063 NM² menggunakan Helikopter HR-3604.


Sebanyak 15 unsur utama sarana laut dikerahkan dalam pencarian, di antaranya KRI Kerambit, KRI Leuser, KRI Lepu, KN SAR Tetuka 247, KN SAR Basudewa, KN SAR Antasena, KAL Anyer, KAL Pahawang, KP Sanjaya, KP Hayabusa, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RBB Peucang, serta TB Gunung Santri.


Penyisiran dilakukan secara visual di masing-masing sektor, termasuk wilayah sekitar Gunung Anak Krakatau, Pulau Sebesi, Pulau Sebuku, Pulau Panaitan, hingga perairan Ujung Kulon dan wilayah lainnya sesuai rencana operasi.




Dalam pencarian di Sektor X, KN SAR Tetuka menemukan sebuah jeriken minyak berwarna biru pada koordinat 06°02.7161'S 105°31.5414'E. Temuan tersebut kemudian dipantau lebih lanjut menggunakan drone. Namun, hingga hasil operasi H.5 dilaporkan, belum terdapat kepastian bahwa benda tersebut berkaitan dengan speed boat maupun delapan orang yang masih dalam pencarian.


Sementara itu, dukungan udara dilakukan oleh Helikopter HR-3604. Helikopter berangkat dari Lapangan Carita menuju area pencarian pada pukul 10.36 WIB. Namun, kondisi visibility rendah menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam pelaksanaan pencarian dari udara. Helikopter kemudian kembali ke Lapangan Carita pada pukul 11.17 WIB dan selanjutnya take off menuju ATS pada pukul 13.23 WIB.


Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, S. Sos., menyampaikan bahwa pencarian terus dioptimalkan dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia.


> “Memasuki hari kelima, pencarian tetap kami lakukan secara maksimal dengan memperluas penyisiran melalui jalur laut dan dukungan udara. Setiap temuan di lapangan akan kami tindak lanjuti dan evaluasi untuk menentukan langkah pencarian berikutnya,” ujar Al Amrad.


Ia menegaskan bahwa keselamatan seluruh personel tetap menjadi prioritas selama pelaksanaan operasi.


> “Kami terus berkoordinasi dengan seluruh unsur SAR Gabungan dan menyesuaikan pola pencarian dengan kondisi cuaca serta situasi di lapangan. Harapannya, upaya bersama ini dapat segera menemukan petunjuk keberadaan delapan orang yang masih dalam pencarian,” tambahnya.


Kondisi cuaca selama operasi terpantau cerah berawan hingga berawan, dengan angin dari arah tenggara hingga selatan berkecepatan 10–20 knot dan tinggi gelombang sekitar 0,5–2,5 meter.


Hingga hasil operasi SAR H.5, delapan orang masih berstatus Dalam Pencarian (DP). Belum ada korban yang ditemukan dan belum ada laporan korban selamat maupun meninggal dunia. Operasi SAR terus dilanjutkan sesuai hasil evaluasi dan rencana operasi berikutnya.(tim)