Advertisement
Bandar Lampung (Pikiran Lampung) – Institut Teknologi Sumatera (Itera) memperkuat komitmennya dalam mewujudkan lingkungan pendidikan tinggi yang inklusif dengan meluncurkan Unit Layanan Disabilitas (ULD).
Peluncuran ULD Itera berlangsung di Aula Gedung Kuliah Umum 2, Kamis (10/9/2026), dan dihadiri Ketua Komisi Nasional Disabilitas (KND) Dr. Dante Rigmalia, M.Pd., serta sejumlah pimpinan perguruan tinggi dan organisasi penyandang disabilitas.
Rektor Itera yang diwakili Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Ir. Hadi Teguh Yudistira, S.T., Ph.D., mengatakan pembentukan ULD merupakan bagian dari upaya Itera menjalankan tugas pemerintah dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif.
Menurutnya, pemerintah melalui kementerian terkait telah menetapkan sejumlah parameter pendidikan inklusif yang tidak hanya memperhatikan aspek ekonomi, tetapi juga kebutuhan penyandang disabilitas dalam memperoleh akses pendidikan.
Ia berharap keberadaan ULD dapat menjadi pemicu bagi Itera untuk terus mengembangkan sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan yang ramah dan inklusif bagi seluruh mahasiswa.
“Kehadiran layanan disabilitas di Itera diharapkan dapat menjadi pemicu untuk terus mengembangkan dan meningkatkan penyelenggaraan pendidikan yang inklusif,” ujarnya.
Ia menambahkan, Itera akan terus berupaya memfasilitasi kebutuhan penyandang disabilitas melalui berbagai layanan dan dukungan yang dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih inklusif.
Kegiatan peluncuran ULD tersebut turut dihadiri Rektor Universitas Muhammadiyah Lampung Dr. Marzuki, S.E., M.M., Ketua ULD Universitas Muhammadiyah Lampung Ratna Tri Utami, M.Pd., Ketua ULD Universitas Lampung Prof. Dr. Herpratiwi, M.Pd., serta Ketua Gerakan untuk Kesejahteraan Tuli Indonesia (Gerkatin) Muhammad Fariz.
Sementara dari internal Itera hadir Ketua Senat Dr. Sunarsih, perwakilan fakultas dan program studi, serta mahasiswa.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Itera dan ULD Universitas Muhammadiyah Lampung. Kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen kedua pihak dalam memperkuat sinergi untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan yang inklusif.
Perlindungan Hak Penyandang Disabilitas
Dalam sesi materi, Ketua Komisi Nasional Disabilitas Dr. Dante Rigmalia, M.Pd., menyampaikan pentingnya perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas, khususnya dalam memperoleh akses pendidikan tinggi.
Ia menjelaskan tugas dan fungsi Komisi Nasional Disabilitas, berbagai persoalan yang masih dihadapi penyandang disabilitas, serta kondisi dan tantangan dalam pemenuhan hak pendidikan bagi kelompok tersebut.
Sementara itu, Ketua ULD Universitas Muhammadiyah Lampung, Ratna Tri Utami, M.Pd., memaparkan peran ULD di lingkungan perguruan tinggi. Menurutnya, ULD memiliki peran penting dalam memberikan pendampingan dan dukungan kepada mahasiswa penyandang disabilitas agar dapat mengikuti proses pendidikan secara optimal.
Terpisah, Ketua ULD Itera, Dr. Winati Nurhayu, S.Si., menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran tenaga pendidik di setiap program studi terhadap kebutuhan mahasiswa penyandang disabilitas.
Menurut Winati, tenaga pendidik perlu memiliki kepekaan terhadap kondisi dan kebutuhan mahasiswa, termasuk dalam memberikan dukungan selama proses pembelajaran.
“Tenaga pendidik perlu memiliki kepekaan terhadap kondisi dan kebutuhan mahasiswa disabilitas, termasuk dalam membantu mahasiswa memahami proses pembelajaran sehingga dapat mengikuti kegiatan akademik dengan baik,” ujarnya.
Dengan hadirnya ULD, Itera diharapkan mampu membangun sistem pendidikan yang semakin ramah terhadap penyandang disabilitas, sekaligus memastikan setiap mahasiswa memperoleh kesempatan yang setara untuk berkembang dan berprestasi di lingkungan perguruan tinggi.(salsabila)