lisensi

Selasa, 29 September 2026, September 29, 2026 WIB
Last Updated 2026-09-30T05:12:03Z
Peringatan G30S/PKI 2026. Hukum

Peringatan G30S/PKI, Waspadai Upaya Pengkhianatan dan Kekejaman PKI Kepada Indonesia

Advertisement


Bandarlampung (Pikiran Lampung)- Hari ini masyarakat Indonesia diingatkan kembali atas bahaya laten komunis di bumi pertiwi.


Dimana, paham tersebut dengan berbagai cara dan gaya akan tetap berubaya merubah bentuk dasar negara Pancasila dan menguasai seluruh aspek kehidupan bernegara di Indonesia.

 

Pada setiap 30 September, seperti hari ini Rabu (30/9/2026)  di beberapa penjuru di Indonesia akan mengibarkan bendera merah putih setengah tiang guna memperingati peristiwa Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI).

 

G30S/PKI merupakan peristiwa pemberontakan yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia telah menjadi salah satu cacatan sejarah yang begitu melekat di benak masyarakat Indonesia.

 

Pengibaran bendera setengah tiang ditujukan untuk menghormati seluruh pahlawan yang telah gugur saat peristiwa pemberontakan PKI.


Bung Karno pernah berkata “Jas Merah”, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Karena itu, kita haruslah paham bagaimana pengkhianatan dan kekejaman yang dilakukan PKI kepada Indonesia.

 

Selamat memperingati Peristiwa G30S/PKI dan Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2026.

Jadikan Pancasila sebagai pedoman dan pegangan dalam sikap, tingkah laku, dan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari baik dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara bagi Bangsa Indonesia.

 

Sebagai generasi penerus janganlah melupakan sejarah. Dengan memperingati hari kesaktian pancasila, kita kokohkan persatuan dan kesatuan guna mewujudkan Bangsa Indonesia yang berkarakter.

 

 

Peringatan Gerakan 30 September (G30S/PKI) mengenang tragedi nasional berdarah pada malam 30 September hingga 1 Oktober 1965 yang menewaskan sejumlah perwira tinggi militer dan mengubah arah sejarah politik Indonesia.

 

Latar Belakang dan Peristiwa G30S/PKI

• Waktu Kejadian: Berlangsung pada malam tanggal 30 September sampai 1 Oktober 1965.

 

• Pemimpin Gerakan: Dipimpin oleh Ketua PKI D.N. Aidit dan Letnan Kolonel Untung Syamsuri dari Pasukan Cakrabirawa.


• Tujuan: Menculik para perwira tinggi militer dan berupaya menggulingkan kekuasaan pemerintahan.

 

• Korban Pahlawan Revolusi: Enam jenderal dan satu perwira pertama TNI AD tewas di Jakarta serta dibuang ke sumur Lubang Buaya, yaitu Jenderal Ahmad Yani, Letjen R. Suprapto, Letjen M.T. Haryono, Letjen S. Parman, Mayjen D.I. Panjaitan, Mayjen Sutoyo Siswomiharjo, dan Lettu Pierre Tendean. Selain itu, Brigjen Katamso dan Kolonel Sugiyono gugur di Yogyakarta.

 

Pemberontakan PKI Sebelumnya (1948)

• Peristiwa Madiun: PKI juga tercatat pernah melakukan pemberontakan besar pada tahun 1948 di Madiun di bawah pimpinan Muso dan Amir Syarifuddin.

 

• Kekerasan: Konflik tersebut menelan korban jiwa ribuan orang, termasuk penyerangan pesantren, pembakaran masjid, serta pembunuhan ulama dan tokoh masyarakat.

Dampak dan Akhir Gerakan

 

• Pembubaran PKI: Tekanan publik dan situasi politik mendesak Presiden Soekarno untuk membubarkan Partai Komunis Indonesia.

 

• Transisi Kekuasaan: Lahirnya Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) pada tahun 1966 yang memberikan mandat kepada Mayor Jenderal Soeharto untuk memulihkan keamanan dan ketertiban.

 

• Peringatan Tahunan: Setiap tanggal 30 September, bangsa Indonesia mengenang peristiwa ini sebagai pelajaran sejarah agar nilai-nilai Pancasila tetap dijaga dan perpecahan tidak terulang. (**)