lisensi

Jumat, 18 September 2026, September 18, 2026 WIB
Last Updated 2026-09-18T09:51:40Z
Proyek Jalan Pulau Singkep

Proyek Jalan Pulau Singkep 4,9 Miliar Terindikasi Asal Jadi, Material Dipertanyakan, Keselamatan Pengendara Terancam

Advertisement



Bandar Lampung (Pikiran Lampung) - Pengerjaan proyek peningkatan Jalan Pulau Singkep (Rigid) di Kecamatan Sukabumi, Kota Bandar Lampung terindikasi dikerjakan asal-asalan. Proyek yang menggunakan anggaran miliaran rupiah tersebut diduga menyisakan sejumlah persoalan, mulai dari penggunaan material yang perlu dipertanyakan kesesuaiannya hingga aspek keselamatan pengguna jalan selama pekerjaan berlangsung.


Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, pekerjaan Peningkatan Jalan Pulau Singkep (Rigid) Kecamatan Sukabumi (DAK) memiliki nilai kontrak sekitar Rp4,912 miliar, dengan masa pelaksanaan 120 hari kalender dan dikerjakan oleh CV. RRR Brothers.


Pantauan visual di lokasi menunjukkan material agregat/batu ditumpuk di badan jalan, sementara aktivitas kendaraan masyarakat masih berlangsung di sekitar area pekerjaan.


Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana material yang digunakan dipastikan memenuhi spesifikasi teknis sebagaimana ditetapkan dalam kontrak.



Selain persoalan material, aspek keselamatan pengguna jalan juga menjadi perhatian.


Dari dokumentasi di lapangan, area pekerjaan terlihat masih beririsan dengan jalur yang digunakan kendaraan masyarakat. Pada sejumlah titik, tidak terlihat pembatas fisik yang jelas antara area pekerjaan dengan jalur kendaraan.


Material agregat juga tampak berada di badan jalan sehingga ruang gerak pengguna jalan menjadi terbatas.


Padahal, ketentuan penyelenggaraan konstruksi jalan mengharuskan penyelenggara jalan menjaga kelancaran dan keselamatan lalu lintas selama pelaksanaan konstruksi. PP Nomor 34 Tahun 2006 Pasal 93 menyebutkan kewajiban tersebut secara eksplisit.


Pedoman teknis Kementerian PUPR juga mencantumkan berbagai alat pengaman pengguna jalan sementara, antara lain pagar pengaman/penghalang lalu lintas, patok pengarah, pulau lalu lintas sementara, rumble strip, dan traffic cones. Untuk area konstruksi yang bersinggungan langsung dengan jalur lalu lintas, pagar pengaman sementara dan/atau pembatas daerah konstruksi juga disebut perlu dilengkapi lampu pengaman.




Karena itu, kondisi di lapangan perlu mendapat penjelasan dari kontraktor maupun Dinas Pekerjaan Umum mengenai rencana manajemen lalu lintas dan perlengkapan keselamatan yang seharusnya diterapkan selama proyek berlangsung.


Dalam pekerjaan rigid pavement, kualitas dan karakteristik material merupakan bagian penting dari mutu konstruksi. Karena itu, publik perlu mengetahui apakah material yang digunakan telah melalui pemeriksaan dan pengujian sesuai persyaratan kontrak.


Dengan nilai proyek mencapai sekitar Rp4,9 miliar, transparansi mengenai spesifikasi dan pengawasan pekerjaan menjadi penting agar masyarakat dapat mengetahui bahwa pembangunan benar-benar dilaksanakan sesuai kontrak.


Jangan Sampai Persoalan Baru Terlihat Setelah Jalan Selesai


Masyarakat tentu berharap pembangunan Jalan Pulau Singkep memberikan manfaat jangka panjang dan tidak hanya mengejar penyelesaian fisik.(red)