Advertisement
Bandarlampung (Pikiran Lampung)- Sekdaprov Lampung, Dr.Ir.H. Marindo Kurniawan, S.T.M.M secara resmi melantk Dokter Djohan Lius sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.
Pelantikan Djohan yang juga mantan direktur RSUD Pringswu
ini berlangsung di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Rabu (30/9/2026).
Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Gubernur
Lampung Nomor 800.1.3.3/3414/VI.04/2026.
Dalam arahannya, Marindo mengatakan penetapan Djohan
sebagai Kepala Dinas Kesehatan telah melalui proses seleksi sebagai bagian dari
penerapan sistem merit di lingkungan Pemprov Lampung.
“ Selamat bertugas dan mengemban amanah untuk saudara
dokter Djohan Lius sebagai Kadiskes Lampung,” ucap Sekdaprov Marindo saat
membacakan sambutanya, mewakili Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djuasal.
Menurutnya, penempatan pejabat harus didasarkan pada
kompetensi dan kebutuhan organisasi agar mampu menjawab berbagai persoalan yang
dihadapi.
Namun, Marindo mengingatkan tugas Kepala Dinas Kesehatan
tidak berhenti pada urusan administratif. Sejumlah persoalan kesehatan
masyarakat membutuhkan perhatian dan penanganan segera.
"Pertama, pastikan sistem jaminan kesehatan berjalan
dengan optimal sehingga seluruh masyarakat Lampung mendapatkan akses pelayanan
kesehatan secara merata," kata Marindo.
Ia juga meminta Dinas Kesehatan memperkuat koordinasi
dengan BPJS Kesehatan serta pemangku kepentingan lainnya. Salah satu yang
menjadi perhatian adalah tingkat keaktifan peserta BPJS Kesehatan yang disebut
masih jauh dari target.
"Kesehatan adalah hak dasar masyarakat dan tugas
kitalah untuk melayaninya dengan sepenuh hati," ujarnya.
Selain jaminan kesehatan, persoalan TBC menjadi pekerjaan
rumah lain yang secara khusus disorot Marindo.
Menurutnya, capaian penemuan kasus TBC di Lampung baru
berada di kisaran 42 persen. Angka tersebut masih terpaut jauh dari target
nasional sebesar 90 persen.
Rendahnya capaian penemuan kasus itu dinilai perlu segera
ditangani karena menunjukkan masih adanya kasus aktif yang berpotensi belum
terdeteksi maupun belum dilaporkan.
"Ini harus menjadi fokus utama karena risikonya
tinggi. Saya minta untuk segera ditangani," tegas Marindo.
Dengan kepemimpinan baru di Dinas Kesehatan, Marindo
berharap pelayanan kesehatan masyarakat dapat semakin diperkuat, termasuk dalam
memperluas akses jaminan kesehatan dan mempercepat penemuan serta penanganan
kasus TBC.
Djohan juga diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas
sektor sehingga berbagai target kesehatan yang masih menjadi pekerjaan rumah
Pemprov Lampung dapat segera dikejar.
Usai dilantik, Djohan langsung mendapat dua pekerjaan strategis, yakni mengoptimalkan akses jaminan kesehatan masyarakat dan mengejar rendahnya capaian penemuan kasus tuberkulosis (TBC).(Alung)