lisensi

Minggu, 27 September 2026, September 27, 2026 WIB
Last Updated 2026-09-27T07:12:03Z
Nasional

Viral di Medsos Pertalite Naik Jadi Rp13.500, Ini Penjelasan Resmi Kementerian ESDM

Advertisement


Jakarta (Pikiran Lampung) – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan kabar mengenai kenaikan harga BBM bersubsidi jenis Pertalite menjadi Rp13.500 per liter mulai 26 September 2026 merupakan informasi palsu atau hoaks.


Informasi tersebut sebelumnya beredar luas di media sosial dan menyebut harga Pertalite akan naik dari Rp10.000 menjadi Rp13.500 per liter. Kabar itu sempat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.


Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menegaskan, pemerintah tidak pernah mengumumkan adanya kenaikan harga Pertalite maupun Biosolar.


“Perlu kami luruskan, saat ini masif sekali konten media sosial yang berisikan informasi kenaikan harga Pertalite, konten atau informasi ini adalah hoax atau berita bohong,” kata Anggia, Kamis (24/9/2026).


Anggia menjelaskan, kepastian tersebut sejalan dengan pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam sejumlah kesempatan resmi dan wawancara media. Bahlil telah menegaskan bahwa harga BBM bersubsidi tidak mengalami kenaikan.


Pemerintah juga memastikan harga BBM subsidi tidak berubah meskipun harga minyak dunia saat ini mengalami kenaikan.


Masyarakat diminta lebih teliti dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama kabar yang beredar melalui media sosial. Kementerian ESDM mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.


“Lebih teliti dan lebih cerdas dalam menyerap informasi, sehingga Anda tidak mudah diprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang sengaja membuat masyarakat jadi emosi,” tambah Anggia.


Sebelumnya, rumor kenaikan harga BBM subsidi mulai ramai diperbincangkan setelah beredar unggahan yang menyebut Pertalite akan mengalami penyesuaian harga mulai 26 September 2026.


Dalam informasi tersebut, Pertalite disebut naik dari Rp10.000 menjadi Rp13.500 per liter.


Kabar tersebut diketahui beredar melalui unggahan akun Threads @hnnn_sypp yang menyertakan poster digital dengan foto Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.


Poster itu mencantumkan narasi bahwa pemerintah terpaksa menaikkan harga BBM subsidi akibat lonjakan harga minyak mentah dunia serta untuk menekan beban subsidi negara.


Poster digital tersebut hanya mencantumkan klaim mengenai penyesuaian harga Pertalite dan tidak menyebut adanya perubahan harga untuk BBM subsidi jenis Biosolar.


Selain itu, poster tersebut memuat imbauan kepada masyarakat untuk menghemat penggunaan BBM subsidi dan mulai beralih menggunakan transportasi umum demi menjaga ketahanan energi nasional.


Informasi tersebut kemudian memicu beragam tanggapan dari warganet. Sebagian masyarakat mempertanyakan kebenaran kabar tersebut, sementara sebagian lainnya mempercayainya dan memilih membeli BBM lebih awal sebagai langkah antisipasi.


Di tengah beredarnya rumor tersebut, Bahlil sebelumnya telah menjelaskan mengenai mekanisme penetapan harga BBM nonsubsidi. Menurutnya, harga BBM nonsubsidi mengikuti perkembangan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP).


“Kalau harga minyak nonsubsidi itu mengikuti harga pasar. Kalau ICP naik, otomatis dia naik, tetapi kalau ICP turun, pasti ada koreksi,” kata Bahlil seusai menghadiri acara MKI Electricity Connect 2026 di Tangerang, Selasa (22/9/2026).


Dalam kesempatan tersebut, Bahlil juga memastikan kondisi pasokan energi nasional berada dalam keadaan aman. Ketahanan cadangan BBM nasional saat ini disebut berkisar antara 18 hingga 20 hari.


Bahlil kembali menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM subsidi hingga akhir 2026.


“[Hal] yang kedua, harga minyak subsidi sampai dengan akhir tahun tidak akan ada kenaikan. Udah itu deal, itu perintah Pak Presiden Prabowo,” tegas Bahlil.(*)