lisensi

Sabtu, 10 Oktober 2026, Oktober 10, 2026 WIB
Last Updated 2026-10-11T01:58:50Z
Banjir Bandang di Kota Padang

Banjir Bandang Terjang Tiga Kecamatan di Padang, 498 Warga Terdampak dan Ratusan Rumah Terendam

Advertisement



Sumatera Barat (Pikiran Lampung) - Hujan lebat yang mengguyur Kota Padang, Sumatera Barat, sejak Sabtu (10/10/2026) siang memicu banjir bandang di sejumlah wilayah. Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, sebanyak 498 warga terdampak dan 238 orang di antaranya telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman.


Banjir dilaporkan melanda tiga kecamatan, yakni Koto Tangah, Kuranji, dan Nanggalo. Luapan sungai akibat tingginya intensitas hujan menyebabkan air menggenangi permukiman warga serta menghambat akses di sejumlah lokasi.


Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengatakan petugas gabungan memprioritaskan evakuasi warga yang terjebak banjir, terutama kelompok rentan.


Data sementara hingga Sabtu (10/10/2026) pukul 22.45 WIB mencatat, warga terdampak tersebar di Kecamatan Kuranji sebanyak 245 jiwa, Kecamatan Koto Tangah sebanyak 208 jiwa, dan Kecamatan Nanggalo sebanyak 45 jiwa.


Selain berdampak terhadap ratusan warga, banjir juga merendam sedikitnya 120 rumah. Rinciannya, 60 rumah berada di Kecamatan Kuranji, 40 rumah di kawasan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, dan 20 rumah di Kelurahan Tabing Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo.


Di Kecamatan Kuranji, empat rumah dilaporkan mengalami kerusakan sedang dan satu rumah mengalami kerusakan berat. Akses jalan di sekitar instalasi PDAM kawasan Guo juga terputus akibat terjangan air.


Tim SAR Evakuasi Warga


Tim SAR gabungan bersama BPBD, TNI, Polri, dan unsur terkait dikerahkan untuk membantu warga yang terjebak banjir. Petugas menggunakan perahu penyelamat, kendaraan operasional, serta perlengkapan keselamatan air untuk menjangkau kawasan terdampak.


Salah satu lokasi yang menjadi perhatian petugas adalah kawasan perumahan Lumin Park dan Kampung Apa di Kecamatan Koto Tangah. Sementara di Kecamatan Kuranji, banjir juga berdampak pada kawasan Guo dan Lapau Munggu.


Evakuasi dilakukan dengan mengutamakan keselamatan anak-anak, perempuan hamil, lanjut usia, serta warga yang sakit. Petugas juga membantu memindahkan warga dan barang-barang penting ke lokasi yang lebih aman.


Pemerintah Kota Padang turut melakukan peninjauan ke lokasi terdampak dan menginstruksikan penyaluran bantuan darurat berupa makanan siap saji, pakaian bersih, selimut, serta kebutuhan pokok lainnya.


Warga Diminta Waspada Banjir Susulan


BPBD mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai dan kawasan rawan banjir maupun longsor, agar meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan lebat masih perlu diantisipasi.


Warga diminta segera menjauh dari aliran sungai dan menuju tempat aman apabila hujan berintensitas tinggi berlangsung dalam waktu lama atau debit air meningkat secara tiba-tiba.


Hingga pembaruan data pada Minggu (11/10/2026) pagi, jumlah warga terdampak dan kondisi infrastruktur masih dapat berubah seiring proses pendataan di lapangan. Masyarakat diharapkan mengikuti arahan petugas dan mengutamakan keselamatan selama penanganan darurat berlangsung.(*)