lisensi

Sabtu, 10 Oktober 2026, Oktober 10, 2026 WIB
Last Updated 2026-10-11T02:11:00Z
DaerahWakil Bupati Pringsewu Umi Laila

Wabup Umi Laila Ajak Perempuan Perkuat Moral Keluarga dan Kemandirian Ekonomi

Advertisement



Pringsewu (Pikiran Lampung) -  Wakil Bupati Pringsewu, Umi Laila, menghadiri pengajian triwulan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Lapangan Kebasen, Pekon Patoman, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, Sabtu (10/10/2026).


Kegiatan keagamaan tersebut diisi tausiyah oleh KH Muhammad Rais dari Pekon Sinarpetir, Kecamatan Talangpadang. Pengajian ini turut dihadiri jajaran pemerintah daerah, pengurus NU, serta anggota Muslimat NU setempat.


Dalam sambutannya, Umi Laila mengatakan pengajian triwulan tidak sekadar menjadi kegiatan rutin keagamaan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat spiritualitas, menambah ilmu agama, dan mempererat tali silaturahmi antarsesama muslimah di Kabupaten Pringsewu.


Menurutnya, Muslimat NU memiliki peran strategis dalam membangun keluarga dan kehidupan bermasyarakat. Perempuan, khususnya seorang ibu, menjadi sosok penting dalam menanamkan nilai-nilai moral dan membentuk karakter generasi penerus sejak dini.


“Ibu merupakan benteng moral keluarga dan madrasah pertama bagi anak-anaknya. Saya mengajak ibu-ibu Muslimat untuk terus membentengi moral anak cucu kita agar tidak tergerus oleh dampak negatif perkembangan teknologi,” ujar Umi Laila.


Ia menegaskan, di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi, peran keluarga semakin penting dalam mendampingi anak-anak agar mampu menyaring informasi serta terhindar dari pengaruh negatif lingkungan digital.


Selain memperkuat ketahanan moral keluarga, Umi Laila juga mendorong perempuan agar tidak bersikap pasif dan mampu mengambil peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.


Ia berharap anggota Muslimat NU dapat berpartisipasi aktif dalam sektor ekonomi, antara lain melalui dukungan terhadap program usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pengembangan produk lokal.


Menurutnya, keterlibatan perempuan dalam kegiatan ekonomi dapat membuka peluang bagi terciptanya kemandirian finansial keluarga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Pringsewu.


“Sebagai perempuan, kita tentunya tidak boleh pasif. Saya berharap sahabat-sahabat Muslimat NU juga aktif mengambil peran strategis dalam sektor ekonomi keluarga, salah satunya dengan mendukung program-program UMKM dan produk lokal, sehingga menjadi wanita yang memiliki kemandirian ekonomi,” katanya.


Lebih lanjut, Umi Laila menyampaikan bahwa pembangunan Kabupaten Pringsewu membutuhkan sinergi dan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga besar Muslimat NU.


Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Pringsewu memiliki visi mewujudkan Pringsewu Makmur, yakni Mandiri, Aman, Kondusif, Maju, Unggul, dan Religius. Visi tersebut, menurutnya, tidak dapat diwujudkan tanpa keterlibatan aktif masyarakat dalam berbagai bidang pembangunan.


“Pemkab Pringsewu yang bervisi mewujudkan Kabupaten Pringsewu Makmur, atau Mandiri, Aman, Kondusif, Maju, Unggul, dan Religius, tentu tidak akan terwujud tanpa adanya sinergitas yang kuat dari berbagai elemen masyarakat, khususnya keluarga besar Muslimat NU,” ujarnya.


Umi Laila menambahkan, penguatan nilai-nilai religius melalui kegiatan pengajian menjadi fondasi penting dalam mendukung pembangunan daerah. Pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, menurutnya, perlu berjalan beriringan dengan peningkatan keimanan dan ketakwaan masyarakat.


Ia berharap kegiatan pengajian seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya memperkuat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan kualitas kehidupan beragama, serta mendorong kontribusi perempuan dalam pembangunan daerah.


Dengan sinergi antara pemerintah daerah, organisasi keagamaan, dan masyarakat, Kabupaten Pringsewu diharapkan dapat tumbuh menjadi daerah yang mandiri, aman, kondusif, maju, unggul, religius, serta membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya.(alung)