lisensi

Kamis, 15 Oktober 2026, Oktober 15, 2026 WIB
Last Updated 2026-10-15T08:44:38Z
Pelantikan Kristomei Sianturi Sebagai Kepala BNPB

Breaking News!! Pangdam XXI/RI Kristomei Sianturi Dilantik Jadi Kepala BNPB

Advertisement



Jakarta (Pikiran Lampung) - Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Kristomei Sianturi resmi dipercaya menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (15/10/2026). Penunjukan tersebut menjadi lompatan karier penting bagi perwira TNI yang sebelumnya menjabat Panglima Kodam (Pangdam) XXI/Radin Inten, dengan wilayah tugas Lampung dan Bengkulu.


Kristomei menggantikan Letjen TNI Suharyanto yang sebelumnya memimpin BNPB. Pergantian tersebut menempatkan Kristomei pada posisi strategis dalam penanganan kebencanaan nasional, mulai dari kesiapsiagaan, mitigasi risiko, tanggap darurat, hingga koordinasi rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.


Penunjukan Kristomei sebagai Kepala BNPB juga menjadi perhatian karena perjalanan kariernya terbilang cepat. Ia baru memperoleh kenaikan pangkat dari Brigadir Jenderal (Brigjen) menjadi Mayor Jenderal pada 6 Mei 2025, sebelum kemudian dipercaya memimpin Kodam XXI/Radin Inten.


Jabatan baru tersebut membuka peluang bagi Kristomei untuk menyandang pangkat Letnan Jenderal (Letjen) TNI atau jenderal bintang tiga. Namun, kenaikan pangkat merupakan keputusan tersendiri yang mengikuti ketentuan dan proses administrasi kepangkatan di lingkungan TNI.


Sebelum memimpin Kodam XXI/Radin Inten, Kristomei dikenal luas oleh kalangan media saat menjabat Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI pada 14 Maret hingga 15 Agustus 2025. Dalam posisi tersebut, ia menjadi salah satu figur yang kerap menyampaikan informasi resmi TNI kepada publik dan menjawab pertanyaan awak media terkait berbagai perkembangan di lingkungan militer.


Pengalaman sebagai Kapuspen TNI menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan kariernya sebelum mendapat penugasan sebagai Pangdam. Selama memimpin Kodam XXI/Radin Inten, Kristomei bertanggung jawab atas pembinaan teritorial serta pelaksanaan tugas pertahanan di wilayah Lampung dan Bengkulu.


Lulusan Akademi Militer (Akmil) 1997 tersebut kini mengemban tanggung jawab yang lebih luas di tingkat nasional. Tantangan yang menantinya tidak ringan, mengingat Indonesia memiliki beragam potensi bencana, mulai dari gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, banjir, tanah longsor, hingga kebakaran hutan dan lahan.


Dengan penugasan baru ini, Kristomei diharapkan mampu memperkuat koordinasi BNPB dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, kementerian dan lembaga terkait, serta unsur masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan mempercepat penanganan bencana di Indonesia.(*)