Advertisement
Bandar Lampung (Pikiran Lampung) - Kebocoran pipa milik PDAM Way Rilau di Jalan Pulau Pandan, Kelurahan Way Dadi, Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung, dikeluhkan warga. Kebocoran yang terjadi tepat di depan Toko Plastik Gandi, tidak jauh dari Pasar Tempel Way Dadi, itu dilaporkan telah berlangsung hampir satu minggu tanpa perbaikan.
Pemilik Toko Plastik Gandi mengatakan, kebocoran tersebut sudah terjadi selama beberapa hari terakhir. Namun, hingga Sabtu (24/10/2026), belum terlihat adanya penanganan dari pihak PDAM Way Rilau.
“Sudah hampir satu minggu bocor, tetapi sampai sekarang belum ada perbaikan dari PDAM,” ujar pemilik toko saat ditemui, Sabtu (24/10/2026).
Akibat kebocoran tersebut, air menyembur dan menimbulkan cipratan ke area sekitar. Kondisi itu dinilai mengganggu kenyamanan warga maupun pengendara yang melintas di jalan tersebut, terlebih lokasinya berada tidak jauh dari kawasan pasar yang cukup ramai aktivitas masyarakat.
Untuk mengurangi cipratan air agar tidak mengenai warga yang melintas, sejumlah warga berinisiatif menutup bagian yang bocor menggunakan alat seadanya. Upaya tersebut dilakukan secara mandiri sembari menunggu penanganan dari pihak terkait.
Meski demikian, penanganan sementara itu belum menyelesaikan persoalan kebocoran. Air yang terus mengalir juga menimbulkan genangan di sekitar lokasi dan dikhawatirkan dapat berdampak terhadap kondisi badan jalan apabila dibiarkan berlarut-larut.
Warga berharap PDAM Way Rilau segera turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan memperbaiki pipa yang bocor agar aliran air kembali normal serta tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
“Kami berharap segera diperbaiki. Selain mengganggu aktivitas warga, air yang terus mengalir juga membuat jalan tergenang. Kalau dibiarkan terus, kami khawatir jalan bisa rusak,” harap warga.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan dari pihak PDAM Way Rilau terkait penyebab kebocoran maupun rencana penanganan di lokasi tersebut. Warga berharap keluhan ini segera ditindaklanjuti agar kebocoran tidak terus berlangsung dan menimbulkan dampak yang lebih luas.(rahmadi)
